<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kajian Malaikat.net</title>
	<atom:link href="http://malaikatnet.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://malaikatnet.wordpress.com</link>
	<description>Dari sini semua punya arti...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Jan 2010 17:58:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='malaikatnet.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kajian Malaikat.net</title>
		<link>http://malaikatnet.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://malaikatnet.wordpress.com/osd.xml" title="Kajian Malaikat.net" />
	<atom:link rel='hub' href='http://malaikatnet.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Muhammad Tetap Mempesona</title>
		<link>http://malaikatnet.wordpress.com/2010/01/09/muhammad-tetap-mempesona/</link>
		<comments>http://malaikatnet.wordpress.com/2010/01/09/muhammad-tetap-mempesona/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 17:58:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Yahya, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaikatnet.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Pada momentum seperti ini, Bulan Rabi’ul Awwal, bahkan sudah keluar dari bulan ini sekalipun, peringatan maulid Nabi Muhammad saw terus berlangsung dan berkembang dari tahun ke tahun. Oleh karena Allah swt berkehendak memberi hidayah dan jalan hidup kepada manusia. Jalan hidup bagi orang yang sebelumnya salah jalan, kembali menuju cahaya, mewujudkan rasa aman, dan konsistensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=36&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Pada momentum seperti ini, Bulan Rabi’ul Awwal, bahkan sudah keluar dari bulan ini sekalipun, peringatan maulid Nabi Muhammad saw terus berlangsung dan berkembang dari tahun ke tahun. Oleh karena Allah swt berkehendak memberi hidayah dan jalan hidup kepada manusia. Jalan hidup bagi orang yang sebelumnya salah jalan, kembali menuju cahaya, mewujudkan rasa aman, dan konsistensi hidup. Menjadi lebih baik di sisi Allah swt.</p>
<p><em>“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” </em>Al Jumu’ah:2</p>
<p>Sejarah mencatat, bahwa Muhammad hidup di dunia ini dalam rentang waktu yang relative singkat, enam puluh tiga (63) tahun. Dari usia itu, beliau mengalami masa kenabian atau diangkat menjadi nabi hanya dalam rentang waktu dua puluh tiga tahun (23).</p>
<p>Namun dalam waktu yang singkat itu beliau dengan misinya mampu merubah sejarah kehidupan manusia. Ajarannya berkembang di seantero pelosok bumi. Petunjuknya diikuti oleh milyaran orang. Bahkan pemeluk ajarannya kian bertambah pesat, tidak hanya dari keluarga muslim yang kian bertambah, namun juga dari non muslim yang kembali ke pangkuan Islam, setiap hari.</p>
<p>Setiap tahun ratusan juta menziarahi beliau dalam musim haji. Penduduk bumi di pelosok dengan beragam bahasa bershalawat atasnya. Salam kesejahteraan dan syukur untukmu wahai Rasulullah saw. –setelah syukur kita kepada Allah swt.- yang telah melepangkan jalan bagi manusia untuk mengetahui jalan hidup, jalan petunjuk, jalan keamanan dan keselamatan.</p>
<p>Meskipun begitu gamblang prestasi dan hasil perjuangan Muhammad saw. menggores sejarah kehidupan manusia, dengan tinta emas, namun pada momentum maulid ini masih banyak orang-orang yang tidak suka dengan beliau. Di bulan-bulan ini, masih diwarnai kedengkian dan permusuhan hebat dari orang-orang kerdil yang berani melecehkan beliau dan Islam. Terbaru, adalah dimunculkannya film Fitna di Belanda.</p>
<p>Tentu, pelecehan tersebut tidak akan mengurangi sedikitpun derajat beliau saw. di mata Allah swt. yang telah mengangkat beliau pada derajat kemulyaan. Tentu, perilaku orang kerdil yang berupaya melawan tokoh besar akan senantiasa gagal ditengah jalan. Meskipun cara-cara demikian akan senantiasa mereka lakukan, di setiap waktu dan tempat.</p>
<p><em>”Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.”</em> At Taubah:33</p>
<p>Bacalah sejarah, kalian akan melihat bahwa tiada seorang Nabi yang diutus di muka bumi ini, mereka mengajak manusia kepada jalan kebaikan dan petunjuk jalan hidup, pasti mereka mendapat penentangan dan permusuhan sangat keras.</p>
<p><em>”Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.”</em> Al An’an:112</p>
<p>Namun usaha itu tidak mampu membendung merekahnya fajar, cahaya kebenaran, kesucian fitrah manusia, dan ketinggian akhlak. Mata mereka yang cacat tidak bisa menandingi sinar matahari yang benderang yang menerangi manusia dengan sinarnya.</p>
<p>Sekiranya mereka mengetahui tentang orang yang mereka perbincangkan, pasti mereka akan mengejek diri mereka sendiri dan mereka akan berada kembali di barisan orang-orang yang objektif. Mereka mau tidak mau akan mengatakan kebesaran dan kesempurnaan Muhammad saw. Jika tidak, sejarah pasti akan menjadi bukti kebohongan mereka.</p>
<p>Muhammad saw. akan tetap seperti gunung yang menjulang tinggi ke langit, dan akarnya menghunjam kuat di kedalaman bumi.</p>
<p>Sungguh benar ungkapan Abdullah bin Mubarak, ketika mendengar ada orang kerdil melecehkan iman Abu Hanifah, seorang imam besar,</p>
<p><em>”Wahai yang ingin Melampui gunung dengan ucapannya, boleh jadi kamu bisa melampui kepala manusia, namun tidak akan mampu menandingi tinggi dan tegarnya gunung!”.</em> Allahu a’lam</p>
<p><!-- If the post is in Photo Gallery --></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malaikatnet.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malaikatnet.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malaikatnet.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malaikatnet.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malaikatnet.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malaikatnet.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malaikatnet.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malaikatnet.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malaikatnet.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malaikatnet.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malaikatnet.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malaikatnet.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malaikatnet.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malaikatnet.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=36&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaikatnet.wordpress.com/2010/01/09/muhammad-tetap-mempesona/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbc1a586969814c85a2c36d67fc72a9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">IblizCom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Ingin Mati Berkain Kafan</title>
		<link>http://malaikatnet.wordpress.com/2010/01/05/aku-ingin-mati-berkain-kafan/</link>
		<comments>http://malaikatnet.wordpress.com/2010/01/05/aku-ingin-mati-berkain-kafan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 18:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Yahya, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaikatnet.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[“Anda mungkin berhasil membungkam satu orang, tapi gelombang protes dari seluruh dunia akan bergema, di telinga Anda sepanjang sisa hidup Anda, hai Mr Putin. Semoga Tuhan memaafkan apa yang telah Anda lakukan, tak hanya kepada saya, tapi kepada negeri Rusia tercinta dan rakyatnya,” kata Alexander Litvinenko bekas mata-mata Rusia FSB itu dalam pernyataannya, yang dibacakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=31&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Anda mungkin berhasil membungkam satu orang, tapi gelombang protes dari seluruh dunia akan bergema, di telinga Anda sepanjang sisa hidup Anda, hai Mr Putin. Semoga Tuhan memaafkan apa yang telah Anda lakukan, tak hanya kepada saya, tapi kepada negeri Rusia tercinta dan rakyatnya,” kata Alexander Litvinenko bekas mata-mata Rusia FSB itu dalam pernyataannya, yang dibacakan temannya di luar rumah sakit, tempat ia meninggal.  Alexander Litvinenko bukan lagi seorang mata-mata Rusia. Namun, hidupnya berakhir bagai dalam sebuah kisah mata-mata.  “Aku seorang mantan letnan kolonel di FSB—badan intelijen Rusia yang merupakan kelanjutan KGB Soviet. Aku ayah tiga anak berusia 43 tahun. Tahun 1998 aku secara terbuka menuduh para atasanku memberi komando untuk membunuh jutawan Boris Berezovsky. Sejak 1999 selama sembilan bulan dia dipenjara atas tuduhan menyalahgunakan jabatan. Dia kemudian dibebaskan dan tahun 2000 meminta suaka di Inggris, di mana Berezovsky kini juga tinggal dalam pengasingan”.  “Tahun 2003 aku menulis buku yang menuduh FSB melakukan pengeboman di Rusia tahun 1999—dan sejak tanggal 1 oktober 2006 baru lalu aku resmi menjadi warga negara Inggris.”  “Pada tanggal 1 November 2006 aku mengadakan dua pertemuan sekaligus. Yang pertama dengan seorang Rusia dan seorang lagi Andrey Logovoy, seorang mantan rekan di FSB yang kini menjadi pengusaha. Kemudian aku makan malam dengan seorang ahli keamanan Italia, Mario Scaramella, untuk membicarakan kasus terbunuhnya Politkovskaya seorang wartawati Rusia. Pada pertemuan pertama itulah aku mencurigai ada hubungan dengan peracunan terhadap diriku.”  “Aku yakin telah diracun pada tanggal 1 November saat sedang melakukan investigasi atas pembunuhan wartawati Anna Politkovskaya, seorang pengkritik orang nomor satu di Rusia Vladimir Putin”.  “Beberapa jam aku kehilangan kesadaran, aku telah dibungkam oleh Kremlin karena aku telah mengancam untuk mengungkap fakta-fakta yang memalukan. Para bajingan itu telah menemukanku, tetapi mereka tidak akan mendapatkan semua orang,”  “Berhari-hari aku dirawat intensif dan menjalani berbagai tes medis. Rambutku rontok, tenggorokanku bengkak, sistem kekebalan dan sarafku rusak berat. Dokter mengatakan aku menderita gagal jantung.”  “Satu-satunya logika adalah pembalasan dendam, mereka menganggap aku seorang musuh…aku dituduh sebagai seorang pengkritik rejim Putin yang tak kenal lelah,”.  “Saya tidak bisa menggunakan kata lain: mereka menghabisi satu persatu dari kami. Ini adalah sebuah pembunuhan yang sangat profesional dan sangat sadis,” kata Nekrasov teman Litvinenko.  Alexander Litvinenko mengaku bahwa ia pernah dianiaya oleh orang dari agen rahasia Rusia dalam interogasi terakhir jauh–jauh hari sebelum akhirnya dirinya diracun dengan bahan radioaktif.  “Ketika intelijen ingin menempatkan orangnya di kekuasaan, mereka terbiasa dan terlatih menggunakan metode teroris,” kata Litvinenko dalam suatu rekaman yang diperoleh ITV News.  “Realitas dalam politik yang kita dapatkan, metode utama yang mereka gunakan adalah terorisme — seperti pemboman apartemen di Moskow atau meracuni seorang kandidat presiden di Ukraina,” katanya kepada seorang penyelidik Italia Februari tahun 2006.  “Pertama, agen rahasia Rusia ingin memenjarakanku. Kemudian aku diancam dengan akan dibunuhnya anak laki-lakiku yang berusia enam tahun. Temanku dan istrinya ditembak hingga tewas di jalan menuju rumahnya. Sejak itu penyiksaan terhadapku makin intensif — sebuah bom dilempar melalui jendela rumahku,” katanya. “Saya telah dianiaya.”  Litvinenko ingin rekaman ini tetap dirahasiakan karena mengkhawatirkan nyawanya, dan karena rekan-rekannya, termasuk Anatoly Trofimov, telah dibunuh.  Trofimov, wakil direktur FSB dan ketua agen rahasia untuk kawasan Moskow hingga dipecat oleh mantan presiden Rusia Boris Yeltsin tahun 1996, dan istrinya dibunuh setelah dua pria menembak mereka dari sebuah mobil di jalanan utara kota Moskow April 2005.  Litvinenko juga mengatakan dalam rekaman itu bahwa Perdana Menteri Italia Romano Prodi punya kaitan dengan agen-agen rahasia Rusia, yang mana ia mengacu pada KGB, yang pasca bubarnya Soviet menjadi FSB.  “Trofinmov tidak secara tegas mengatakan bahwa Prodi adalah agen KGB, karena KGB menghindari penggunaan istilah tersebut,” katanya kepada penyelidik.  “Ia mengatakan bahwa Prodia adalah orang KGB. Bahwa KGB bersama Prodi, melakukan beberapa operasi rahasia dan kotor di Italia. Pemahaman saya adalah bahwa Prodi bekerja untuk KGB,” kata Litvinenko.  Kasus kematian mantan agen spionase Rusia, Alexander Litvinenko, menimbulkan heboh besar, lebih-lebih karena Kremlin dispekulasikan terlibat. Heboh bertambah besar karena kematian Litvinenko hanya berselang sekitar satu bulan setelah kasus pembunuhan wartawan Rusia, Anna Politkovskaya, yang dikenal sebagai pengkritik keras kebijakan Presiden Vladimir Putin yang represif atas pemberontakan di Chechnya.  Racun tampaknya menjadi alat mematikan yang paling disukai pihak intelijen. Masih ingat kasus racun arsenik yang membunuh tokoh hak asasi manusia, Munir, di atas pesawat menuju Belanda pada 2004? Kasusnya belum terungkap sampai sekarang. Kini giliran mantan agen rahasia Rusia, Alexander Litvinenko, yang mati juga karena racun.  Para pakar yakin kasus pembunuhan Litvinenko ini melibatkan pengetahuan ilmiah yang lumayan tinggi. Soalnya, racun yang ditemukan dalam dosis tinggi di tubuh Litvinenko adalah bahan radioaktif polonium-210 dosis tinggi yang sukar diperoleh.  Jejak radiasi ditemukan di lima lokasi di seputar London setelah kasus itu terjadi, termasuk sebuah restoran sushi dan hotel yang dikunjungi bekas agen rahasia yang tinggal di Inggris itu. Yang menjadi misteri adalah unsur radioaktif itu amat sulit diperoleh dan sulit dideteksi.  Memang polonium-210 bisa diperoleh secara alami di sekitar kita, bahkan dalam tubuh. Cuma, dalam jumlah teramat kecil dan tidak mematikan. Untuk memperoleh racun temuan Marie Curie–yang namanya diambil dari negaranya, Polandia–itu dalam dosis yang mematikan, diperlukan keahlian dan koneksi level tinggi.  Profesor Nick Priest, satu dari sedikit ilmuwan Inggris yang pernah menangani unsur beracun itu, menyatakan cukup satu miligram polonium-210 untuk membunuh bekas mata-mata itu. Masalahnya, untuk memproduksi polonium-210 sejumlah itu, dibutuhkan sebuah reaktor nuklir.  Sebenarnya ada tiga cara untuk membuat polonium-210. Langsung diekstrak dari batuan yang mengandung uranium radioaktif, dibuat dalam reaktor nuklir, atau dipisahkan secara kimiawi dari radium-226. Namun, polonium-210 yang dihasilkan dari metode ekstraksi uranium tidak cukup untuk membunuh Litvinenko. “Agar menghasilkan jumlah yang diperlukan, Anda butuh reaktor nuklir,” katanya.  Para ilmuwan memperkirakan jumlah fasilitas reaktor yang sanggup menghasilkan polonium-210 di seluruh dunia tidak banyak. Hanya ada beberapa laboratorium yang bisa membuat racun itu, termasuk sejumlah fasilitas nuklir di berbagai negara bekas Uni Soviet dan negara lain, seperti Australia dan Jerman. “Hanya ada satu reaktor di Inggris yang sanggup memproduksinya, tapi saya yakin mereka tidak membuatnya,” kata Priest.  Alternatif lain, polonium-210 itu dibeli dari penyalur komersial. Chris Lloyd, seorang konsultan perlindungan radiasi, mengatakan radioaktif ini biasanya dipakai dalam peralatan kendali listrik statis, tapi tidak dalam bentuk yang bisa dipakai sebagai racun.  Polonium, bersama unsur beryllium, pernah dipakai sebagai pemicu neutron dalam bom atom yang diproduksi Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia. Radioaktif ini juga pernah dipakai sebagai sumber panas wahana antariksa Soviet, Lunokhod Moon, pada 1970-an.  Dugaan keterlibatan pihak intelijen Rusia semakin kuat karena unsur ini sulit terdeteksi, bahkan sempat disangka racun thallium, yang lebih umum. “Jika dimasukkan dalam gelas atau cangkir kaleng, Anda tak akan bisa mendeteksinya dari luar,” kata Frank Barnaby, konsultan nuklir di Oxford Research Group. “Hal ini yang membuat polonium-210 cukup ideal menjadi racun.”  Walaupun sudah mengetahui penyebab matinya Litvinenko, pihak berwajib masih bertanya-tanya kapan dan bagaimana bekas intel Rusia itu diracun, karena penanganan radioaktif ini cukup rumit. Sekali wadah penyimpannya terbuka, partikel polonium-210 cenderung menguap dan mengkontaminasi lingkungan sekitarnya.  Para detektif Inggris yakin zat radioaktif yang membunuh mantan mata-mata yang baru memeluk Islam, membutuhkan biaya lebih dari 10 juta dollar AS (sekitar Rp91 milyar).  Harian The Times edisi Senin pagi (18/12) menyebutkan bahwa kesimpulan awal hasil otopsi mayat Litvinenko menunjukkan kadar polonium-210 sebanyak 10 kali lipat dari dosis mematikan, sebagian besar ditemukan di cairan urine.  Sebagaimana diketahui, Litvinenko dikabarkan jatuh sakit pada 1 November dan meninggal 23 November. Beberapa temannya menyebut Kremlin berada di balik pembunuhan itu, namun Russia berulang kali menolak telah terlibat dalam kasus kematian mantan mata-matanya itu.  “Anda tidak dapat membeli dalam jumlah sebanyak ini dari internet maupun mencuri dari laboratorium tanpa menyebabkan kehebohan, jadi hanya dua kemungkinan yaitu dari reaktor nuklir atau punya hubungan sangat erat dengan penyelundup di pasar gelap,” kata seorang sumber keamanan Inggris kepada harian tersebut.  United Nuclear Scientific Supplies yang bermarkas di New Mexico dan merupakan satu dari sedikit perusahaan yang boleh menjual polonium-210 di internet, mengatakan butuh 15 ribu unit isotop itu untuk membunuh satu orang.  Setiap unit harganya 69 dolar, berarti dibutuhkan biaya lebih dari satu juta dolar untuk membuat satu dosis yang mematikan dan lebih dari 10 juta dolar untuk dosis yang telah membunuh Litvinenko, tulis harian itu.  Alexander Litvinenko memang telah menemui Sang Khalik. Walaupun racun polonium-210 telah memutus hidupnya. Namun perjalanannya menuju alam akhirat telah dimulai dengan sesuatu yang revolusioner. Dia bersyahadat untuk menyatakan keislamannya. Penderitaan yang teramat sangat telah ditebus dengan kematian yang husnul khatimah. Islam telah menghantarkannya ke negeri akhirat dengan damai.  Upacara pemakamannya dilakukan secara rahasia yang dihadiri sedikitnya 30 kerabat dekat Litvinenko. Upacara pemakaman dilangsungkan di kawasan utara London. Upacara terpisah untuk menghormatinya yang terakhir kali juga diselenggarakan di Masjid Taman Regent, London. Sesuai keinginannya agar prosesi pemakamannya diselenggarakan sesuai dengan syariat Islam.  Ayah Litvinenko, Walter, dilaporkan menghadiri upacara di masjid tersebut bersama pentolan pejuang Chechnya, Akhmed Zakayev. Kerabat Litvinenko mengatakan, ayah tiga anak itu sudah menjadi Muslim sebelum meninggal. Hal yang sama diungkapkan Walter kepada Radio Free Europe, beberapa waktu lalu. “Litvinenko masuk Islam dua hari sebelum ajal menjemput,” kata Walter.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malaikatnet.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malaikatnet.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malaikatnet.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malaikatnet.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malaikatnet.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malaikatnet.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malaikatnet.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malaikatnet.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malaikatnet.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malaikatnet.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malaikatnet.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malaikatnet.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malaikatnet.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malaikatnet.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=31&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaikatnet.wordpress.com/2010/01/05/aku-ingin-mati-berkain-kafan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbc1a586969814c85a2c36d67fc72a9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">IblizCom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musibah, Antara Pahala dan Dosa</title>
		<link>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/11/musibah-antara-pahala-dan-dosa/</link>
		<comments>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/11/musibah-antara-pahala-dan-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 13:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Yahya, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaikatnet.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Salawat dan salam semoga tercurah kepada teladan kaum beriman Muhammad bin Abdullah, dan juga para pengikutnya yang setia kepada ajaran-ajarannya di saat suka maupun duka. Amma ba’du. Sesungguhnya musibah dan bencana merupakan bagian dari takdir Allah Yang Maha Bijaksana. Allah ta’ala berfirman, مَا أَصَابَ مِنْ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=29&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segala puji bagi Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Salawat dan salam semoga tercurah kepada teladan kaum beriman Muhammad bin Abdullah, dan juga para pengikutnya yang setia kepada ajaran-ajarannya di saat suka maupun duka. Amma ba’du.</p>
<p>Sesungguhnya musibah dan bencana merupakan bagian dari takdir Allah Yang Maha Bijaksana. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ</p>
<p>“Tidaklah menimpa suatu musibah kecuali dengan izin Allah. Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan berikan petunjuk ke dalam hatinya.” (QS. at-Taghabun: 11)</p>
<p>Ibnu Katsir rahimahullah menukil keterangan Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma bahwa yang dimaksud dengan izin Allah di sini adalah perintah-Nya yaitu ketetapan takdir dan kehendak-Nya. Beliau juga menjelaskan bahwa barang siapa yang tertimpa musibah lalu menyadari bahwa hal itu terjadi dengan takdir dari Allah kemudian dia pun bersabar, mengharapkan pahala, dan pasrah kepada takdir yang ditetapkan Allah niscaya Allah akan menunjuki hatinya. Allah akan gantikan kesenangan dunia yang luput darinya -dengan sesuatu yang lebih baik, pent- yaitu berupa hidayah di dalam hatinya dan keyakinan yang benar. Allah berikan ganti atas apa yang Allah ambil darinya, bahkan terkadang penggantinya itu lebih baik daripada yang diambil. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma ketika menafsirkan firman Allah (yang artinya), “Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan menunjuki hatinya.” Maksudnya adalah Allah akan tunjuki hatinya untuk merasa yakin sehingga dia menyadari bahwa apa yang -ditakdirkan- menimpanya pasti tidak akan meleset darinya. Begitu pula segala yang ditakdirkan tidak menimpanya juga tidak akan pernah menimpa dirinya (lihat Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [4/391] cet. Dar al-Fikr)</p>
<p>Beliau -Ibnu Katsir- juga menukil keterangan al-A’masy yang meriwayatkan dari Abu Dhabyan, dia berkata, “Dahulu kami duduk-duduk bersama Alqomah, ketika dia membaca ayat ini ‘barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan menunjuki hatinya’ dan beliau ditanya tentang maknanya. Maka beliau menjawab, ‘Orang -yang dimaksud dalam ayat ini- adalah seseorang yang tertimpa musibah dan mengetahui bahwasanya musibah itu berasal dari sisi Allah maka dia pun merasa ridha dan pasrah kepada-Nya.” Atsar ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim di dalam tafsir mereka. Sa’id bin Jubair dan Muqatil bin Hayyan ketika menafsirkan ayat itu, “Yaitu -Allah akan menunjuki hatinya- sehingga mampu mengucapkan istirja’ yaitu Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” (lihat Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [4/391] cet. Dar al-Fikr)</p>
<p>Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa ayat di atas berlaku umum untuk semua musibah, baik yang menimpa jiwa/nyawa, harta, anak, orang-orang yang dicintai, dan lain sebagainya. Maka segala musibah yang menimpa hamba adalah dengan ketentuan qadha’ dan qadar Allah. Ilmu Allah telah mendahuluinya, kejadian itu telah dicatat oleh pena takdir-Nya. Kehendak-Nya pasti terlaksana dan hikmah/kebijaksanaan Allah memang menuntut terjadinya hal itu. Namun, yang menjadi persoalan sekarang adalah apakah hamba yang tertimpa musibah itu menunaikan kewajiban dirinya ketika berada dalam kondisi semacam ini ataukah dia tidak menunaikannya? Apabila dia menunaikannya maka dia akan mendapatkan pahala yang melimpah ruah di dunia dan di akherat. Apabila dia mengimani bahwasanya musibah itu datang dari sisi Allah sehingga dia merasa ridha atasnya dan menyerahkan segala urusannya -kepada Allah, pent- niscaya Allah akan tunjuki hatinya. Dengan sebab itulah ketika musibah datang hatinya akan tetap tenang dan tidak tergoncang seperti yang biasa terjadi pada orang-orang yang tidak mendapat karunia hidayah Allah di dalam hatinya. Dalam keadaan seperti itu Allah karuniakan kepada dirinya -seorang mukmin- keteguhan ketika terjadinya musibah dan mampu menunaikan kewajiban untuk sabar. Dengan sebab itulah dia akan memperoleh pahala di dunia, di sisi lain ada juga balasan yang Allah simpan untuk-Nya dan akan diberikan kepadanya kelak di akherat. Hal itu sebagaimana yang difirmankan Allah ta’ala (yang artinya), “Sesungguhnya hanya akan disempurnakan balasan bagi orang-orang yang sabar itu dengan tanpa batas hitungan.” (Taisir al-Karim ar-Rahman [1/867], software Maktabah asy-Syamilah)</p>
<p>Beliau melanjutkan, dari sinilah dapat dimengerti bahwa barang siapa yang tidak beriman terhadap takdir Allah ketika terjadinya musibah dan dia meyakini bahwa apa yang terjadi sekedar mengikuti fenomena alam dan sebab-sebab yang tampak niscaya orang semacam itu akan dibiarkan tanpa petunjuk dan dibuat bersandar kepada dirinya sendiri. Apabila seorang hamba disandarkan hanya kepada kekuatan dirinya sendiri maka tidak ada yang diperolehnya melainkan keluhan dan penyesalan yang hal itu merupakan hukuman yang disegerakan bagi seorang hamba sebelum hukuman di akherat akibat telah melalaikan kewajiban bersabar. Di sisi yang lain, ayat di atas juga menunjukkan bahwasanya setiap orang yang beriman terhadap segala perkara yang diperintahkan untuk diimani, seperti iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, takdir yang baik dan yang buruk, dan melaksanakan konsekuensi keimanan itu dengan menunaikan berbagai kewajiban, maka sesungguhnya hal ini merupakan sebab paling utama untuk mendapatkan petunjuk Allah dalam menyikapi keadaan yang dialaminya sehingga dia bisa berucap dan bertindak dengan benar. Dia akan mendapatkan petunjuk ilmu maupun amalan. Inilah balasan paling utama yang diberikan Allah kepada orang-orang yang beriman. Maka orang-orang beriman itulah orang yang hatinya paling mendapatkan petunjuk di saat-saat berbagai musibah dan bencana menggoncangkan jiwa kebanyakan manusia. Keteguhan itu ditimbulkan dari kokohnya keimanan yang tertanam di dalam jiwa mereka (dengan sedikit peringkasan dari Taisir al-Karim ar-Rahman [1/867], software Maktabah asy-Syamilah)</p>
<p>Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa di dalam ayat di atas terkandung beberapa pelajaran yang agung, yaitu:<br />
Segala musibah yang menimpa itu terjadi dengan qadha’ dan qadar dari Allah ta’ala<br />
Merasa ridha terhadap takdir tersebut dan bersabar dalam menghadapi musibah merupakan bagian dari nilai-nilai keimanan, sebab Allah menamakan sabar di sini dengan iman<br />
Kesabaran itu akan membuahkan hidayah menuju kebaikan di dalam hati dan kekuatan iman dan keyakinan (I’anat al-Mustafid bi Syarhi Kitab at-Tauhid [3/140] software Maktabah asy-Syamilah)</p>
<p>Kedudukan Sabar dan Pengertiannya<br />
Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu mengatakan,</p>
<p>الصَّبْرُ مِنَ الإِيمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الْجَسَدِ ، فَإِذَا ذَهَبَ الصَّبْرُ ذَهَبَ الإِيمَانُ.</p>
<p>“Sabar bagi keimanan laksana kepala dalam tubuh. Apabila kesabaran telah lenyap maka lenyap pulalah keimanan.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya [31079] dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman [40], bagian awal atsar ini dilemahkan oleh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’ [3535], lihat Shahih wa Dha’if al-Jami’ as-Shaghir [17/121] software Maktabah asy-Syamilah)</p>
<p>Walaupun secara sanad atsar ini dinilai lemah, namun secara makna bisa diterima. Hal itu dikarenakan cakupan sabar yang demikian luas dalam agama Islam. Ia mencakup sikap seorang hamba dalam menghadapi berbagai perintah dan larangan serta berbagai keadaan yang dialami manusia di dalam kehidupan, di saat senang maupun susah. Untuk itu, marilah kita cermati pengertian sabar ini agar jelas bagi kita bahwa hidup tanpa kesabaran pada akhirnya akan menyeret manusia dalam jurang kekafiran.</p>
<p>Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan,</p>
<p>الصبر لغة: الحبْس، قال الله تعالى لنبيه: {وَاصْبرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ} أي: احبسها مع هؤلاء. وأما في الشرع فالصبر هو: حبس النفس على طاعة الله سبحانه وتعالى وترك معصيته. وذكر العلماء: أن الصبر له ثلاثة أنواع: صبرٌ على طاعة الله، وصبرٌ عن محارم الله، وصبرٌ على أقدار الله المؤلِمة.</p>
<p>“Sabar secara bahasa artinya adalah menahan diri. Allah ta’ala berfirman kepada nabi-Nya (yang artinya), ‘Sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang berdoa kepada Rabb mereka’. Maksudnya adalah tahanlah dirimu untuk tetap bersama mereka. Adapun di dalam istilah syari’at, sabar adalah: menahan diri di atas ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan untuk meninggalkan kedurhakaan/kemaksiatan kepada-Nya. Para ulama menyebutkan bahwa sabar itu ada tiga macam: sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi perkara-perkara yang diharamkan Allah, dan sabar saat menghadapi takdir Allah yang terasa menyakitkan.” (I’anat al-Mustafid bi Syarhi Kitab at-Tauhid [3/134] software Maktabah asy-Syamilah)</p>
<p>Ketika kesabaran lenyap<br />
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>اثْنَتَانِ فِى النَّاسِ هُمَا بِهِمْ كُفْرٌ الطَّعْنُ فِى النَّسَبِ وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ</p>
<p>“Ada dua buah perkara dalam diri manusia yang merupakan bentuk kekafiran. Mencaci maki garis keturunan dan meratapi mayit.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)</p>
<p>an-Nawawi rahimahullah menguatkan pendapat bahwa yang dimaksud hadits ini adalah kedua perbuatan ini tergolong perbuatan orang-orang kafir (Syarh an-Nawawi ‘ala Muslim [2/57] software Maktabah asy-Syamilah). Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menerangkan bahwa hadits ini mencakup dua makna. Yang pertama yang dimaksud kufur di sini adalah kufur nikmat -tidak sampai mengeluarkan dari agama, pent- sedangkan yang kedua yang dimaksud adalah keduanya digolongkan sebagai perbuatan orang-orang kafir (Kaysf al-Musykil min Hadits Shahihain [1/1025] software Maktabah asy-Syamilah).</p>
<p>Di antara pelajaran berharga yang bisa dipetik dari hadits ini adalah:<br />
Diharamkannya mencaci maka nasab/garis keturunan dan meratapi mayit<br />
Isyarat yang menunjukkan bahwasanya kedua perbuatan ini akan tetap muncul di dalam umat ini<br />
Bisa jadi di dalam diri seseorang terdapat sifat atau ciri kekafiran namun dia tidak bisa dicap sebagai orang kafir -semata-mata karena hal itu-<br />
Islam melarang segala sesuatu yang mengarah kepada perpecahan (lihat al-Jadid fi Syarh Kitab at-Tauhid, Syaikh Muhammad bin Abdul ‘Aziz al-Qor’awi, hal. 272)</p>
<p>Hikmah di balik derita<br />
Tidaklah kita ragukan barang sedikitpun bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Bijaksana, tidak sedikit pun Allah menganiaya hamba-Nya. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ () الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ () أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ</p>
<p>“Benar-benar Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan, serta kekurangan harta, lenyapnya nyawa, dan sedikitnya buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami ini adalah milik Allah, dan kami juga akan kembali kepada-Nya’. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan pujian dari Rabb mereka dan curahan rahmat. Dan mereka itulah orang-orang yang diberikan petunjuk.” (QS. al-Baqarah: 155-157)</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا ، وَإِذَا أَرَادَ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَلَيْهِ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَهُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ</p>
<p>“Apabila Allah menghendaki hamba-Nya mendapatkan kebaikan maka Allah segerakan baginya hukuman di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan untuknya maka Allah akan menahan hukumannya sampai akan disempurnakan balasannya kelak di hari kiamat.” (HR. Muslim)</p>
<p>Di dalam hadits yang agung ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan bahwa ada kalanya Allah ta’ala memberikan musibah kepada hamba-Nya yang beriman dalam rangka membersihkan dirinya dari kotoran-kotoran dosa yang pernah dilakukannya selama hidup. Hal itu supaya nantinya ketika dia berjumpa dengan Allah di akherat maka beban yang dibawanya semakin bertambah ringan. Demikian pula terkadang Allah memberikan musibah kepada sebagian orang akan tetapi bukan karena rasa cinta dan pemuliaan dari-Nya kepada mereka namun dalam rangka menunda hukuman mereka di alam dunia sehingga nanti pada akhirnya di akherat mereka akan menyesal dengan tumpukan dosa yang sedemikian besar dan begitu berat beban yang harus dipikulnya ketika menghadap-Nya. Di saat itulah dia akan merasakan bahwa dirinya memang benar-benar layak menerima siksaan Allah. Allah memberikan karunia kepada siapa saja dengan keutamaan-Nya dan Allah juga memberikan hukuman kepada siapa saja dengan penuh keadilan. Allah tidak perlu ditanya tentang apa yang dilakukan-Nya, namun mereka -para hamba- itulah yang harus dipertanyakan tentang perbuatan dan tingkah polah mereka (diolah dari keterangan Syaikh Muhammad bin Abdul ‘Aziz al-Qor’awi dalam al-Jadid fi Syarhi Kitab at-Tauhid, hal. 275)</p>
<p>Di antara pelajaran berharga bagi kehidupan kita dari hadits yang agung ini adalah:<br />
Allah memiliki kehendak yang sesuai dengan kemuliaan dan keagungan diri-Nya<br />
Kebaikan dan keburukan semuanya ditakdirkan oleh Allah ta’ala<br />
Cobaan/musibah yang menimpa orang-orang yang beriman merupakan salah satu tanda kebaikan baginya selama hal itu tidak menyebabkannya meninggalkan kewajiban atau terjatuh dalam perkara yang diharamkan<br />
Semestinya seseorang merasa khawatir atas kenikmatan dan kesehatan yang selama ini senantiasa dia rasakan. Sebab boleh jadi itu adalah istidraj/bentuk penundaan hukuman baginya, sementara dia tahu betapa banyak maksiat yang telah dilakukannya, wal ‘iyadzu billah.<br />
Wajibnya untuk berprasangka baik kepada Allah atas segala perkara dunia yang tidak mengenakkan yang menimpa diri kita<br />
Hadits ini juga menunjukkan bahwa pemberian Allah kepada hamba-Nya tidak selalu mencerminkan bahwa Allah meridhai hal itu untuknya. Seperti contohnya orang yang setiap kali hendak minum khamr kemudian dia selalu mendapatkan kemudahan untuk mendapatkannya, atau bahkan memperolehnya secara gratis. Maka ini semua bukanlah bukti kalau Allah menyukai hal itu untuknya (diambil dari al-Jadid fi Syarhi Kitab at-Tauhid, hal. 275 dengan sedikit tambahan keterangan dan contoh)</p>
<p>Inilah uraian ringkas yang bisa kami sajikan dalam tuisan yang sangat sederhana ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malaikatnet.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malaikatnet.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malaikatnet.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malaikatnet.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malaikatnet.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malaikatnet.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malaikatnet.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malaikatnet.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malaikatnet.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malaikatnet.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malaikatnet.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malaikatnet.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malaikatnet.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malaikatnet.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=29&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/11/musibah-antara-pahala-dan-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbc1a586969814c85a2c36d67fc72a9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">IblizCom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berjuang Dengan Ikhlas</title>
		<link>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/berjuang-dengan-ikhlas/</link>
		<comments>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/berjuang-dengan-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Yahya, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/berjuang-dengan-ikhlas/</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah menjamin bagi orang yang berjihad di jalan Allah, tidak ada yang mendorongnya keluar dari rumah selain jihad di jalan-Nya dan membenarkan kalimat-kalimat-Nya untuk memasukkannya ke surga atau mengembalikannya ke tempat tinggal semula dengan membawa pahala atau ghanimah.” (Diriwayarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim) Banyak orang yang berjuang. Tapi tidak sebanyak itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=27&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah menjamin bagi orang yang berjihad di jalan Allah, tidak ada yang mendorongnya keluar dari rumah selain jihad di jalan-Nya dan membenarkan kalimat-kalimat-Nya untuk memasukkannya ke surga atau mengembalikannya ke tempat tinggal semula dengan membawa pahala atau ghanimah.” (Diriwayarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Banyak orang yang berjuang. Tapi tidak sebanyak itu yang berjuang dengan ikhlas. Melalui interaksi dengan Kitabullah dan Nabi Muhammad saw., para sahabat memahami betul bahwa memurnikan (mengikhlaskan) orientasi dan amal hanya untuk Allah adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat ditawa-tawar lagi. Mereka meyakini sepenuhnya bahwa hal itu merupakan kunci untuk memperoleh pertolongan dan dukungan Allah dalam setiap pertempuran yang mereka terjuni, menghadapi musuh-musuh mereka, baik musuh dari dalam diri maupun dari luar mereka. Mereka mendengar firman Allah swt.:</p>
<p>“Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan pada jalan Allah. Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal shalih. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” [At-Taubah (9):120]</p>
<p>Para sahabat memahami hal itu dan mengaplikasikannya dalam diri mereka. Maka dampaknya pun terlihat dalam perilaku mereka. Syadad bin Al-Hadi mengatakan, seorang Arab gunung datang kepada Rasulullah saw. lalu beriman dan mengikutinya. Orang itu mengatakan, “Aku akan berhijrah bersamamu.” Maka Rasulullah saw. menitipkan orang itu kepada para sahabatnya. Saat terjadi Perang Khaibar, Rasulullah saw. memperoleh ghanimah (rampasan perang). Lalu beliau membagi-bagikannya dan menyisihkan bagian untuk orang itu seraya menyerahkannya kepada para sahabat. Orang itu biasa menggembalakan binatang ternak mereka. Ketika ia datang, para sahabat menyerahkan jatahnya itu. Orang itu mengatakan, “Apa ini?” Mereka menjawab, “Ini adalah bagianmu yang dijatahkan oleh Rasulullah saw.” Orang itu mengatakan lagi, “Aku mengikutimu bukan karena ingin mendapatkan bagian seperti ini. Aku mengikutimu semata-mata karena aku ingin tertusuk dengan anak panah di sini (sambil menunjuk tenggorokannya), lalu aku mati lalu masuk surga.” Rasulullah saw. mengatakan, “Jika kamu jujur kepada Allah, maka Dia akan meluluskan keinginanmu.” Lalu mereka berangkat untuk memerangi musuh. Para sahabat datang dengan membopong orang itu dalam keadaan tertusuk panah di bagian tubuh yang ditunjuknya. Rasulullah saw. mengatakan, “Inikah orang itu?” Mereka menjawab, “Ya.” Rasulullah saw. berujar, “Ia telah jujur kepada Allah, maka Allah meluluskan keinginannya.” Lalu Rasulullah saw. mengafaninya dengan jubah beliau kemudian menshalatinya. Dan di antara doa yang terdengar dalam shalatnya itu adalah: “Allaahumma haadza ‘abduka kharaja muhaajiran fii sabiilika faqutila syahiidan wa ana syahidun ‘alaihi” (Ya Allah, ini adalah hamba-Mu. Dia keluar dalam rangka berhijrah di jalan-Mu, lalu ia terbunuh sebagai syahid dan aku menjadi saksi atasnya).” (Diriwayatkan oleh An-Nasai)</p>
<p>Anas Bin Malik –-semoga Allah meridhainya– menceritakan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. seraya mengatakan, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku orang hitam, buruk rupa, dan tidak punya harta. Jika aku memerangi mereka (orang-orang kafir) hingga terbunuh, apakah aku masuk surga?” Rasulullah saw. menjawab, “Ya.” Lalu ia maju dan bertempur hingga terbunuh. Ia lalu dibawa kepada Rasulullah saw. dalam keadaan sudah meninggal. Rasulullah saw. mengatakan, “Sungguh Allah telah membuat indah wajahmu, membuat harum baumu, dan membuat banyak hartamu.” Beliau kemudian melanjutkan, “Aku telah melihat kedua isterinya dari kalangan bidadari mereka berebut jubah yang dikenakannya. Mereka masuk antara kulit dan jubahnya.” (Diriwayatkan oleh Al-Hakim)</p>
<p>Begitulah para sahabat mempraktikkan ikhlas dalam perjuangan. Dan begitu pulalah seharusnya kita mempraktikkannya. Dan jika ada bersitan dalam jiwa selain keikhlasan, maka hendaknya kita ingat hal-hal berikut ini:</p>
<p>Pertama, bahwa Allah mengawasi, mengetahui, mendengar, melihat kita. Firman-Nya: “Dan Dialah Allah (Yang Disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan; dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.” [Al-An'am (6): 3]</p>
<p>, bahwa Allah mengawasi, mengetahui, mendengar, melihat kita. Firman-Nya: [Al-An'am (6): 3]</p>
<p>Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Ali Imran (3): 29]</p>
<p>[Ali Imran (3): 29]</p>
<p>Kedua, bahwa orang yang riya (ingin dilihat orang) atau sum’ah (ingin didengar orang) dalam beramal akan dibongkar oleh Allah semenjak di dunia sebelum di akhirat. Dan mereka tidak mendapatkan bagian dari amal mereka selain dari apa yang dinginkannya. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang ingin (amalnya) didengar orang, maka Allah akan membuatnya didengar; dan siapa yang ingin (amalnya) dilihat orang, maka Allah akan membuatnya dilihat orang.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>, bahwa orang yang (ingin dilihat orang) atau (ingin didengar orang) dalam beramal akan dibongkar oleh Allah semenjak di dunia sebelum di akhirat. Dan mereka tidak mendapatkan bagian dari amal mereka selain dari apa yang dinginkannya. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang ingin (amalnya) didengar orang, maka Allah akan membuatnya didengar; dan siapa yang ingin (amalnya) dilihat orang, maka Allah akan membuatnya dilihat orang.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Ketiga, bahwa kekalahan yang diderita kaum Muslimin dewasa ini adalah akibat ulah kita sendiri. Firman-Nya: “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.” [Yunus (10): 44]</p>
<p>, bahwa kekalahan yang diderita kaum Muslimin dewasa ini adalah akibat ulah kita sendiri. Firman-Nya: [Yunus (10): 44]</p>
<p>Keempat, bahwa ketidak-ikhlasan menghancurkan amal, besar maupun kecil. Dan dengan demikian berarti kita telah membuat perjuangan kita bertahun-tahun sia-sia belaka. Allah swt. berfirman: “Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang telah melakukan kezaliman.” [Thaha (20): 111]. “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” [Al-Furqan (25): 23]</p>
<p>, bahwa ketidak-ikhlasan menghancurkan amal, besar maupun kecil. Dan dengan demikian berarti kita telah membuat perjuangan kita bertahun-tahun sia-sia belaka. Allah swt. berfirman: [Thaha (20): 111]. [Al-Furqan (25): 23]</p>
<p>Dan Rasulullah saw. bersabda, “Aku benar-benar mengetahui orang-orang dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan-kebaikan seperti gunung Tihamah. Lalu Allah menjadikannya bagaikan debu yang tertiup angin.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, terangkanlah sifat mereka kepada kami agar kami tidak seperti mereka, karena kami tidak mengetahui mereka.” Rasulullah saw. menjelaskan, “Mereka adalah termasuk saudara-saudara kamu dan seperti kulitmu. Mereka menggunakan waktu malam seperti yang kamu lakukan, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang jika berhadapan dengan larangan-larangan Allah mereka melanggarnya.” (Riwayat Ibnu Majah)</p>
<p>Kelima, orang-orang yang beramal bukan karena Allah adalah orang yang pertama dibakar untuk menyalakan neraka. Dalam hadits panjangnya, Rasulullah saw. menjelaskan nasib tiga kelompok manusia yang celaka di hari akhirat karena beramal dengan riya.</p>
<p>, orang-orang yang beramal bukan karena Allah adalah orang yang pertama dibakar untuk menyalakan neraka. Dalam hadits panjangnya, Rasulullah saw. menjelaskan nasib tiga kelompok manusia yang celaka di hari akhirat karena beramal dengan riya.</p>
<p>Keenam, orang-orang yang riya akan menjadi teman setan pada hari kiamat di dalam neraka jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah bagi kita kisah Quzman, seperti yang diterangkan oleh Qatadah –semoga Allah meridhainya. Beliau menjelaskan, “Di antara kami ada orang asing dan diketahui siapa dia. Ia dipanggil Quzman. Adalah Rasulullah saw. setiap disebut namanya selalu mengatakan bahwa dia termasuk penghuni neraka. Saat terjadi Perang Uhud, Quzman terlibat dalam pertempuran sengit sampai berhasil membunuh delapan atau tujuh orang musyrik. Memang dia orang kuat. Lalu ia terluka lalu dibopong ke rumah Bani Zhufr. Beberapa lelaki dari kaum Muslimin mengatakan kepadanya, ‘Demi Allah, engkau telah diuji hari ini, hai Quzman, maka berbahagialah.’ Quzman menjawab, ‘Dengan apa aku bergembira. Demi Allah sesungguhnya aku berperang tidak lain karena membela nama kaumku. Jika bukan karena hal itu aku tidak akan turut berperang. Ketika merasakan lukanya semakin parah, ia mencabut panah dari tempatnya lalu bunuh diri.” (Al-Bidayah Wan-Nihayah, Ibnu Katsir)</p>
<p>, orang-orang yang riya akan menjadi teman setan pada hari kiamat di dalam neraka jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah bagi kita kisah Quzman, seperti yang diterangkan oleh Qatadah –semoga Allah meridhainya. Beliau menjelaskan, “Di antara kami ada orang asing dan diketahui siapa dia. Ia dipanggil Quzman. Adalah Rasulullah saw. setiap disebut namanya selalu mengatakan bahwa dia termasuk penghuni neraka. Saat terjadi Perang Uhud, Quzman terlibat dalam pertempuran sengit sampai berhasil membunuh delapan atau tujuh orang musyrik. Memang dia orang kuat. Lalu ia terluka lalu dibopong ke rumah Bani Zhufr. Beberapa lelaki dari kaum Muslimin mengatakan kepadanya, ‘Demi Allah, engkau telah diuji hari ini, hai Quzman, maka berbahagialah.’ Quzman menjawab, ‘Dengan apa aku bergembira. Demi Allah sesungguhnya aku berperang tidak lain karena membela nama kaumku. Jika bukan karena hal itu aku tidak akan turut berperang. Ketika merasakan lukanya semakin parah, ia mencabut panah dari tempatnya lalu bunuh diri.” (, Ibnu Katsir)</p>
<p>Kita ingatkan jiwa kita dengan peringatan-peringatan tersebut agar dalam bergerak, berjuang, dan berkorban (tadhhiyah) senantiasa ikhlas karena Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malaikatnet.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malaikatnet.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malaikatnet.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malaikatnet.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malaikatnet.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malaikatnet.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malaikatnet.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malaikatnet.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malaikatnet.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malaikatnet.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malaikatnet.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malaikatnet.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malaikatnet.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malaikatnet.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=27&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/berjuang-dengan-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbc1a586969814c85a2c36d67fc72a9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">IblizCom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Malaikat Turun ke Bumi</title>
		<link>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/agar-malaikat-turun-ke-bumi/</link>
		<comments>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/agar-malaikat-turun-ke-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Yahya, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/agar-malaikat-turun-ke-bumi/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah semua upaya dilakukan. Setelah semua pengorbanan diberikan. Setelah semua doa dipanjatkan. Selebihnya adalah mengharapkan keajaiban. Ya keajaiban dalam perspektif keimanan bukanlah negatif. Bahkan kerap kali keimanan itu menciptakan hal-hal yang ajaib. Sejarah orang-orang beriman banyak dipenuhi dengan kejadian-kejadian ajaib dan di luar prediksi nalar manusia. Allah memberikan karunia keajaiban itu kepada mereka sebagai bukti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=26&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah semua upaya dilakukan. Setelah semua pengorbanan diberikan. Setelah semua doa dipanjatkan. Selebihnya adalah mengharapkan keajaiban. Ya keajaiban dalam perspektif keimanan bukanlah negatif. Bahkan kerap kali keimanan itu menciptakan hal-hal yang ajaib. Sejarah orang-orang beriman banyak dipenuhi dengan kejadian-kejadian ajaib dan di luar prediksi nalar manusia. Allah memberikan karunia keajaiban itu kepada mereka sebagai bukti dukungan-Nya kepada perjuangan mereka menegakkan kebenaran dan mempertahankannya. Maka dalam Islam kita mengenal mukjizat, karomah, dan lain-lain.</p>
<p>Setelah melakukan perdebatan raja Fir’aun yang menegangkan urat syaraf, lalu dilanjutkan dengan adu kehebatan antara nabi Allah Musa as. melawan para tukang sihirnya dalam rangka membela kebenaran dan menyelamatkan Bani Israel dari perbudakan raja Fir’aun. Keajaiban pun terjadi. Seorang nabi Musa berhasil mengalahkan kehebatan para tukang sihir itu; ular-ular tukang sihir mereka dilumat habis oleh ular Musa as dan mereka pun menyatakan keimanannya kepada Tuhannya Musa dan Harun. Peristiwa tidak berhenti di situ, raja Fir’aun yang dipermalukan di depan rakyatnya pun murka dan hendak membinasakan mereka semua; Musa dan Bani Israel. Lalu tejadilah peristiwa pengejaran terhadap Musa dan kaumnya hingga pelarian mereka terhadang oleh bentangan laut Merah di hadapan mereka. Logika manusia mengatakan, mereka akan segera tertangkap lalu menjadi bulan-bulanan amukan Fir’aun dan tentaranya.</p>
<p>Untuk kesekian kalinya Allah menurunkan keajaiban-Nya kepada mereka. Laut yang menghadang itu kemudian terbelah oleh hentakan tongkat Musa as. dan mereka pun menyebaringinya laksana menyeberangi daratan. Dan Musa beserta kaumnya selamat dari pengejaran Fir’aun. Sebaliknya, Fir’aun dan bala tentaranya tenggelam ketika mereka mengikuti jejak Musa menyeberangi jalan laut yang telah diretas Musa atas izin Allah itu. Allah mengabadikan kisah ajaib ini dalam firman-Nya di As-Syu’ara’ ayat 61 -66</p>
<p>“Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah Pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”. Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain]. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.”<br />
Keajaiban bagi manusia tentu bukan keajaban bagi Allah swt., yang memiliki kerajaan langit dan bumi, yang semua makhluk tunduk kepada-Nya dan menjadi tentara-Nya.</p>
<p>“Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”<br />
Yang dimaksud dengan tentara langit dan bumi ialah penolong yang dijadikan Allah swt. untuk orang-orang mukmin seperti malaikat-malaikat, binatang-binatang, angin taufan dan sebagainya. Seperti pada perang Badar, di mana Allah menurunkan para malaikat untuk membantu perjuangan kaum muslimin. Allah mengisahkan:</p>
<p>“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut.” (Al-Anfal: 9)</p>
<p>Murdifin artinya malaikat yang diperbantukan Allah secara berkelompok dan bergelombang, satu kelompok datang lalu disusul oleh kelompok lain. Itu terasa lebih menakutkan musuh.<br />
Perang Badar adalah peristiwa besar yang penuh dengan keajaiban. Jumlah pasukan yang tidak berimbang antara kaum muslimin dan kafir Quraisy, senjata yang tidak sebanding, perbekalan yang jauh lebih sedikit ketimbang lawan. Logika kita memahami bahwa 1 orang melawan 3 hanyalah tindakan bunuh diri. 314 pasukan dan 2 kuda perang Islam, melawan 950 pasukan dengan 200 kuda kafir Quraisy.</p>
<p>Rasulullah saw. menghabiskan malam itu dalam zikir kepada Allah swt., tasbih, dan doa. Agar Allah swt. berkenan menurunkan pertolongan-Nya kepada kelompok kecil ini. Sekelompok yang membela agamanya dan kehormatannya. Rasulullah saw. terus menerus berdoa dan bermunajat kepada Tuhannya sampai jubahnya terjuntai jatuh dari pundaknya. Terharu melihat kondisi beliau Abu Bakar ra. mengangkat jubah itu lalu meletakkannya kembali di pundak beliau sembil berkata:</p>
<p>“Tenang ya Rasulullah. Cukuplah kiranya engkau bermunajat kepada Tuhanmu. Allah telah menjanjikanmu salah satu dari dua kelompok itu.”</p>
<p>Lalu perang tanding pun dimulai. Rasulullah tak henti-hentinya bermunajat kepada Allah:</p>
<p>اَللَّهُمَّ إِنْ تَهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةُ فَلَنْ تُعْبَدَ فِي الأَرْضِ بَعْدَ الْيَوْمِ</p>
<p>“Ya Allah, jika pasukan ini kalah. Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi ini setelah ini.”<br />
Selain munajat, doa, harap, segenap kekhawatiran. Rasulullah juga memotivasi dan memberikan instruksi dan komando kepada para sahabat. Bahkan menjanjikan mereka dengan janji-janji surga.<br />
“Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya. Tidaklah hari ini salah seorang di antara kalian bertempur lalu dia terubunuh karena bersabar dan mengaharapkan pahala Allah, ia maju dan tidak mundur, kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga.”<br />
Rasulullah meneruskan motivasinya:</p>
<p>“Bangkitlah kalian untuk surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”</p>
<p>Demi mendengar ucapan itu, Umair bin Al-Humam berkata, “Bakh. Bakh.” Rasulullah bersabda, “Apa yang membuatmu mengucapkan bakh bakh?” Ia menjawab, “Tidak, demi Allah ya Rasulullah, selain harapan agar aku termasuk penghuni surga.” Rasulullah bersabda, “Kamu termasuk penghuninya.” Umair mengambil kurma di tangkainya lalu melemparkannya seraya berkata, “Jika aku hidup sampai menghabiskan kurma ini, tentu itu merupakan kehidupan yang panjang.” Lalu ia bertempur melawan mereka hingga terbunuh.<br />
Allah swt. memberikan kemenangannya kepada pasukan kecil ini. Yang terbunuh dari pihak kafir 70 orang dan kaum Muslimin 14 orang.</p>
<p>Begitulah dukungan dan pertoloangan Allah selalu datang kepada orang-orang yang beriman. Di sepanjang sejarah perjuangan wali-wali Allah itu. Tidak hanya perjuangan di medan perang. Bahkan semua medan perjuangan di jalan Allah yang tujuannya menegakkan kebenaran dan kalimat Allah di muka bumi. Perjuangan dakwah, pendidikan, bahkan politik. Ketika cita-cita perjuangannya adalah mendamba ridha Allah.</p>
<p>Seorang ibu tinggal di sebuah komplek di Bekasi bercerita, bahwa selama ini diri dan keluarganya adalah fungsionaris dan pendukung partai tertentu. Semua orang tahu bahwa dia dan keluarganya pendukung partai itu. Akan tetapi pada pemilihan umum 2004 lalu dia tidak memilih partai yang selama ini dipilihnya. Ibu itu bercerita, “Saya memasuki bilik suara, terdapat tiga lembar kertas suara yang akan saya coblos. Aneh sekali, pada lembaran lembaran itu tidak jelas, kecuali partai (tertentu) yang berasaskan Islam, ya saya coblos aja partai itu. Gak apa lah, masih ada dua lembar kertas suara lagi, keduanya akan saya berikan untuk partai saya. Lembar kedua saya buka, ternyata tidak berbeda dengan lembar pertama, semua gambar tidak jelas kecuali gambar partai nomor di atas, saya cobloslah gambar itu. Ya, saya masih punya harapan untuk lembar ketiga, suara saya akan saya berikan untuk memilih calon wakil rakyat di tingkat kabupaten dari partai saya. Ternyata saya mendapatinya seperti dua lembar kertas sebelumnya, akhirnya suara saya berikan nomor tersebut. Jangan bilang siapa siapa ya. Inikah yang namannya hidayah itu…”</p>
<p>Seorang ibu-ibu juga, tinggal di Tangerang. Sewaktu memasuki bilik suara ia blank. Tidak ada bayangan akan memilih apa. Sampai ketika hendak mencoblos, juga tidak ada kecenderungan untuk memilih apa. Tiba-tiba bayangan ustadz di pengajiannya muncul. Sepertinya ustadz orang partai Islam (tertentu), maka serta merta ia pun memilih partai itu. Padahal selama ini sang ustadz tidak pernah menyarankan apalagi mendoktrin untuk memilih partai tertentu.</p>
<p>Di sebuah daerah di Papua. Mayoritas penduduknya Kristen. Jelas mereka akan memberikan aspirasi politiknya ke partai yang bukan partai Islam. Pada pemilihan umum tahun 2004 itu, sebagian besar warga diangkut dengan beberapa truk untuk sampai ke TPS. Sebelum berangkat mereka semua didoktrin untuk memlilih partai se idioleogi mereka, berulang kali tokoh setempat mengingatkan partai yang akan mereka pilih. Dan secara mengejutkan, usai penghitungan suara salah satu partai Islam meraup suara yang cukup signifikan dan berhasil menempatkan seorang wakilnya ke kursi dewan. Usut punya usut, ternyata sebagian besar mereka salah pilih, partai se-idiologi mereka yang akan mereka pilih, eh partai Islam yang mereka coblos.</p>
<p>Keikhlasan, totalitas perjuangan, keteladanan pemimpin dan ketaatan tentara, kerendahan diri di hadapan Allah, kekuatan ruhiyah, totalitas dalam tawakal adalah deretan kata kunci untuk memancing pertolongan Allah swt., agar berkenan menurunkan tentara-Nya memenangkan kebenaran. Wallahu A’lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malaikatnet.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malaikatnet.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malaikatnet.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malaikatnet.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malaikatnet.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malaikatnet.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malaikatnet.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malaikatnet.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malaikatnet.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malaikatnet.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malaikatnet.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malaikatnet.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malaikatnet.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malaikatnet.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=26&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/agar-malaikat-turun-ke-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbc1a586969814c85a2c36d67fc72a9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">IblizCom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dialog Allah SWT dan Malaikat tentang Orang-Orang yang Berdzikir dan Berdoa</title>
		<link>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/dialog-allah-swt-dan-malaikat-tentang-orang-orang-yang-berdzikir-dan-berdoa/</link>
		<comments>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/dialog-allah-swt-dan-malaikat-tentang-orang-orang-yang-berdzikir-dan-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Yahya, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaikatnet.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, Rasulullah menyampaikan berita kepada sahabat tentang adanya malaikat yang selalu berkeliling di jalan-jalan, berkeliling di muka bumi, untuk mencari orang yang selalu berdzikir, mencari majelis-majelis yang berdzikir. Jika malaikat itu menemukan apa yang dicari, maka dia akan berseru kepada malaikat lainnya, “Kemarilah, inilah hajat kalian!” Lalu para malaikat itu mengelilingi kaum yang sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=24&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari, Rasulullah menyampaikan berita kepada sahabat tentang adanya malaikat yang selalu berkeliling di jalan-jalan, berkeliling di muka bumi, untuk mencari orang yang selalu berdzikir, mencari majelis-majelis yang berdzikir. Jika malaikat itu menemukan apa yang dicari, maka dia akan berseru kepada malaikat lainnya, “Kemarilah, inilah hajat kalian!”</p>
<p>Lalu para malaikat itu mengelilingi kaum yang sedang berdzikir tersebut, ikut duduk bersama mereka, dengan membentangkan sayap-sayap mereka sampai ke atas langit dunia. Jika orang-orang yang berdzikir tadi selesai melakukan dzikirnya, para malaikat naik ke langit. Pada saat itu Rabb bertanya kepada malaikat – dan Dia Lebih Mengetahui – :</p>
<p>“Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku?”</p>
<p>“Mereka bertasbih kepada-Mu, bertakbir, bertahmid, dan mengagungkan-Mu” jawab para malaikat.</p>
<p>“Apakah mereka melihat-Ku?” Allah SWT bertanya lagi.</p>
<p>Malaikat: “Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu!”</p>
<p>Allah SWT: “Apa yang mereka minta?”</p>
<p>Malaikat: “Mereka meminta Surga kepada-Mu.”</p>
<p>Allah SWT: “Apakah mereka pernah melihatnya?”</p>
<p>Malaikat: “Tidak wahai Rabb, mereka belum pernah melihatnya!”</p>
<p>Allah SWT: “Lantas bagaimana jika mereka melihatnya?”</p>
<p>Malaikat: “Andaikan mereka melihatnya, niscaya mereka akan lebih sangat mendambakannya, lebih sangat menginginkannya, dan lebih senang kepadanya!”</p>
<p>Allah SWT: “Lalu dari apa mereka meminta perlindungan?”</p>
<p>Malaikat: “Mereka meminta perlindungan dari Neraka.”</p>
<p>Allah SWT: “Apakah mereka pernah melihatnya?”</p>
<p>Malaikat: “Tidak, demi Allah, mereka belum pernah melihatnya.”</p>
<p>Allah SWT: “Bagaimana seandainya mereka melihatnya?”</p>
<p>Malaikat: “Seandainya mereka pernah melihatnya, tentu mereka lebih menjauh daripadanya dan lebih takut daripadanya.”</p>
<p>Lalu Allah SWT berfirman, “Saksikanlah oleh kalian bahwa Aku telah mengampuni untuk mereka.”</p>
<p>Salah satu dari malaikat pun berkata, “Wahai Rabb, di tengah-tengah mereka ada seseorang yang bukan dari golongan mereka. Orang itu datang untuk suatu kepentingan (bukan untuk berdzikir)!”</p>
<p>Allah SWT menanggapinya, “Mereka itu adalah kelompok orang yang tidak akan celaka, siapa pun yang ikut duduk dengan mereka!” []</p>
<p>___<br />
Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari – Muslim. Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malaikatnet.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malaikatnet.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malaikatnet.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malaikatnet.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malaikatnet.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malaikatnet.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malaikatnet.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malaikatnet.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malaikatnet.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malaikatnet.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malaikatnet.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malaikatnet.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malaikatnet.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malaikatnet.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=24&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/dialog-allah-swt-dan-malaikat-tentang-orang-orang-yang-berdzikir-dan-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbc1a586969814c85a2c36d67fc72a9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">IblizCom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia Menikmati Qiyamul Lail hingga Batu dan Permata Terlihat Sama</title>
		<link>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/rahasia-menikmati-qiyamul-lail-hingga-batu-dan-permata-terlihat-sama/</link>
		<comments>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/rahasia-menikmati-qiyamul-lail-hingga-batu-dan-permata-terlihat-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:15:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Yahya, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/rahasia-menikmati-qiyamul-lail-hingga-batu-dan-permata-terlihat-sama/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang tabi’in berkata, “Sungguh jika tiada sepertiga malam terakhir, aku tidak betah hidup di dunia ini”. Mereka benar-benar mereguk kenikmatan tiada tara saat berkhalwat dengan Tuhannya. Namun mengapa kita belum bisa merasakannya? Berbagai keutamaan qiyamul-lail sudah kita baca atau kita dengar dari para ulama. Kita pun sudah beberapa kali mencoba melaksanakannya, dengan mujahadah (kesungguhan) melawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=23&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang tabi’in berkata, “Sungguh jika tiada sepertiga malam terakhir, aku tidak betah hidup di dunia ini”. Mereka benar-benar mereguk kenikmatan tiada tara saat berkhalwat dengan Tuhannya. Namun mengapa kita belum bisa merasakannya?</p>
<p>Berbagai keutamaan qiyamul-lail sudah kita baca atau kita dengar dari para ulama. Kita pun sudah beberapa kali mencoba melaksanakannya, dengan mujahadah (kesungguhan) melawan kantuk dan dinginnya malam. Namun, berkali-kali juga kita mengalami futur (lalai), tidak dapat lagi melaksanakan qiyamul-lail.</p>
<p>Maklumat dan pemahaman perihal keutamaan Qiyamul-Lail sudah sama-sama mafhum. Jika belum silakan googling saja dengan keyword “qiyamul lail”, atau mampir toko buku maka akan kita jumpai puluhan buku tentang keutamaan qiyamul-lail. Namun mengapa demikian berat untuk taf’il (melaksanakan) Qiyamul Lail tersebut?</p>
<p>Menurut saya, sebabnya adalah karena kita belum dapat menikmatinya. Sehingga pikiran bawah sadar kita masih merasakan bahwa qiyamul-lail itu beban yang berat.</p>
<p>Waktu sepertiga malam, saat dimana bumi mengeluarkan gelombang kekhusyu’an (alfa), sebagaimana firman Allah “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan” (Al-Muzammil 6). Seharusnya, saat-saat inilah dzikir dan bacaan Al-Quran kita lebih berkesan, hati lebih mudah bergetar ketika Asma Allah disebut. Jiwa kita lebih bening sebening embun pagi di dedaunan. Air mata lebih mudah meleleh bahkan tertumpah dan tak kuasa kita hentikan. Hati menjadi halus dan lembut, sehingga hijab kita dengan Allah semakin transparan. Pendeknya inilah surga dunia yang telah dinikmati oleh para sahabat, tabi’in dan salafus saleh. Maukah kita memperolehnya?</p>
<p>Mengapa kita belum bisa menikmati Qiyamul Lail? Mungkin karena kita kurang “Mujahadah” (memaksakan diri). Ya, betul… Namun bukan itu maksud saya. Bisa jadi pada waktu-waktu yang lalu kita sudah mujahadah, namun lagi-lagi giliran futur itu datang.</p>
<p>Kita sulit qiyamul-lail dan hati kita mati karena kita masih melakukan banyak maksiat dan dosa. Bukankah maksiat dan dosa akan menimbulkan noktah hitam di hati hingga hati kita menjadi kasat dan mati. Doa yang kita panjatkan tidak di istijabah oleh Allah SWT. Ya, betul sekali, sangat tepat…! Tapi saya ingin berangkat dari perspektif lain.</p>
<p>Perspektif lain itu adalah, kita tidak dapat menikmati qiyamul-lail, dan masih banyak melakukan maksiat adalah karena “kita belum mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT”. Hati kita masih diisi oleh selain Allah, masih jauh dari Allah. </p>
<p>Mari pertama-tama kita niatkan dan azzamkan diri kita bahwa kita sangat ingin untuk taqarrub mendekatkan diri kepada-Nya. </p>
<p>Dari Abu Hurairah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah bersabda, ‘Aku menuruti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Kalau ia mengingat-Ku dalam hati, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Kalau ia mengingat-Ku di tengah kerumunan orang, Aku pun akan mengingatnya di tengah kerumunan yang lebih baik daripada mereka. Kalau ia mendekat diri kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekatkan Diri kepadanya sehasta. Kalau ia mendekatkan diri pada-Ku sehasta. Aku pun akan mendekatkan Diri padanya sedepa. Jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil”.</p>
<p>Waktu-waktu di keseharian kita, masih sunyi dari dzikir kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang duduk dalam suatu tempat, lalu di situ ia tak berdzikir kepada Allah, maka kelak ia akan mendapat kerugian dan penyesalan” (HR Abu Dawud). Dalam keseharian kita, di ketika mandi, di perjalanan kantor, istirahat, hati dan pikiran kita tidak dzikir kepada Allah dan lantas diisi oleh selainnya. Bahkan! bangun tidur kita lupa berdoa, masuk dan keluar kamar mandi lupa berdzikir, selesai makan lupa memuji dan berterima kasih kepada-Nya. Astaghfirullah… beristighfarlah berulang kali saudaraku. Rasakanlah penyesalan dan biarkan air matamu meleleh…</p>
<p>Mulai detik ini isilah setiap relung hati dan celah pikiran dengan dzikir kepada Allah. Di setiap waktu dalam 24 jam hidup kita isilah dengan dzikir. Jika kita melakukannya, bahkan dalam tidur pun kita tetap bermimpi berdzikir dan bershalawat. Banyak dzikir-dzikir singkat, seperti dua kalimat yang paling berat di sisi Allah, yaitu, “SubhanaLlahi wabihamdihi… SubhanaLlahil-azhiem…”. Atau dengan beristighfar, “Astaghfirullah… astaghfirullah…”, bertasbih, “Subahanallahi… subhanallahi”. Bahkan cukup dengan menyebut asma Allah, “Allah… Allah… atau Yaa Allah.. Ya Allah”. Lakukanlah di manapun, dan kapan pun, bahkan multitasking sambil melakukan pekerjaan-pekerjaan sehari-hari. Jika ada waktu senggang, dzikir yang paling utama adalah Al-Quran. Membaca Al-Quran, mentadabburinya, menghafalnya, mengulang hafalan atau bahkan sekadar mendengarkan kaset murattal Al-Qur’an sambil kita mengendarai kendaraan.</p>
<p>Dzikir ini akan mengikis dosa dan kotoran jiwa, seperti mengikis karat hingga kemilau emas muncul kembali. Dengan sendirinya, dzikir akan mencegah kita berbuat dosa dan maksiat lagi. Ketika kita akan berbuat sesuatu yang dilarang Allah, hati yang telah dipenuhi Asma Allah akan otomatis menolaknya.</p>
<p>Dzikir akan semakin menghaluskan hati kita. Semakin memudahkan kita menangis dalam berbagai kondisi. Semakin memahami hakikat dan semakin ma’rifat kepada Allah. Suatu ketika ada sekelompok sahabat yang telah mengalami kehausan karena kehabisan minuman dalam perjalanan safar berhari-hari. Ketika mereka menemukan sebuah sumber air, segera mereka minum dan membasahi muka sepuas-puasnya. Namun ada seorang sahabat yang justru ketika ia akan mengambil air ia menangis sesenggukan. Sahabat lain pun bertanya, “Mengapa engkau menangis padahal Allah memberikanmu minuman pada saat kehausan?”. </p>
<p>Sahabat tersebut berkata, “Ketika aku membaca doa “Allahumma bariklana fii maa razaqtana waqina adzabannaar”, terbayang olehku penduduk neraka yang lebih haus dariku namun diharamkan padanya meminum air sedikit pun. Firman Allah: “Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (Al-A’raaf: 50). Subhanallah, sahabat tersebut mampu menangkap hakikat kalimat “waqina adzabannar” dalam doa mau makan dan minum, karena ia selalu berdzikir mengingat Allah.</p>
<p>Jika dalam setiap tarikan nafas kita selalu berdzikir, dalam setiap langkah kita diikuti dengan dzikir, maka akan muncul banyak keajaiban dalam hidup kita. Allah akan mengaruniai limpahan kenikmatan yang menisbikan kenikmatan dunia. Barulah kita bisa memahami kisah dalam hadits berikut :</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Haritsah RA berkata kepada Rasulullah SAW, “Pagi ini, saya menjadi mukmin yang sebenarnya”. Beliau berkata kepadanya, “Seorang Mukmin yang benar itu memiliki hakikat. Lantas apa hakikat dari keimananmu?” Ia menjawab, “Saya jauhkan diriku dari dunia, hingga di mataku BATU dan PERMATA terlihat sama….”</p>
<p>Subhanallah… batu dan permata terlihat sama. Espass dan Alphard terlihat sama! </p>
<p>Kita lanjutkan haditsnya:</p>
<p>“… Saya seakan-akan melihat singgasana Tuhanku tampak nyata. Saya seakan-akan melihat penduduk surga bersenang-senang di dalam surga dan penduduk neraka disiksa di dalam neraka.” Beliau SAW berkata, “Hai Haritsah, kamu telah mengetahuinya. Karena itu, istiqomahlah”. Inilah mungkin yang dalam tasawuf disebut “Kasyaf”.</p>
<p>Saudaraku, mari hidupkan hati, lembutkan jiwa dengan selalu berdzikir kepada Allah SWT. Barulah kita bisa menikmati indahnya dan nikmatnya Qiyamul Lail. Berikutnya kita akan merasakan berbagai kenikmatan spiritual dan ayat-ayat keajaiban Allah dalam hidup kita.</p>
<p>Mari penuhi hidup kita dengan dzikir, dan perhatikan apa yang akan terjadi. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malaikatnet.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malaikatnet.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malaikatnet.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malaikatnet.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malaikatnet.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malaikatnet.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malaikatnet.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malaikatnet.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malaikatnet.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malaikatnet.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malaikatnet.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malaikatnet.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malaikatnet.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malaikatnet.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=23&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/11/10/rahasia-menikmati-qiyamul-lail-hingga-batu-dan-permata-terlihat-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbc1a586969814c85a2c36d67fc72a9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">IblizCom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Ruh Dicabut</title>
		<link>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/10/18/ketika-ruh-dicabut/</link>
		<comments>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/10/18/ketika-ruh-dicabut/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 16:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Yahya, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaikatnet.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Imam Ahmad dalam Musnad-nya, demikian juga Ibnu Hibban, Abu ‘Awanah Al-Isfirayaini dalam kitab Shahih keduanya, meriwayatkan dari Al-Manhal dari Zadan bin Al-Bara’ bin ‘Azib bahwa ia berkata, “Kami pernah pergi bersama Rasulullah untuk mengantar jenazah. Beliau duduk di atas kuburan dan kami duduk di sebelahnya. Kami diam dan tenang laksana di atas kepala kami terdapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=20&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Ahmad dalam Musnad-nya, demikian juga Ibnu Hibban, Abu ‘Awanah Al-Isfirayaini dalam kitab Shahih keduanya, meriwayatkan dari Al-Manhal dari Zadan bin Al-Bara’ bin ‘Azib bahwa ia berkata, “Kami pernah pergi bersama Rasulullah untuk mengantar jenazah. Beliau duduk di atas kuburan dan kami duduk di sebelahnya. Kami diam dan tenang laksana di atas kepala kami terdapat seekor burung. Sambil menguburkan jenazah tersebut, Beliau berkata, “Aku berlindung diri kepada Allah dari siksa kubur.” Beliau mengucapkannya tiga kali.</p>
<p>Selanjutnya Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang beriman jika akan pindah ke alam akhirat dan meninggalkan dunia, maka para malaikat itu turun kepadanya. Wajah mereka seperti matahari dan setiap dari mereka membawa wewangian dari surga dan kain kafan. Mereka duduk di dekat orang yang beriman sebatas pandangan kemudian malaikat pencabut nyawa duduk di dekat kepalanya dan berkata, “Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.”</p>
<p>Rasulullah kemudian bersabda, “Ruh orang beriman pun keluar dari jasadnya seperti halnya air keluar dari mulut teko. Malaikat pencabut nyawa segera mengambilnya. Ketika ruh orang itu telah berada dalam genggamannya, para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh orang beriman itu berada di tangan malaikat pencabut nyawa sekejap mata hingga kemudian mereka mengambilnya dan menaruhnya di atas kain kafan surga dan wewangian tersebut. Dari ruh orang beriman, keluarlah wewangian paling harum yang pernah ada di bumi.”</p>
<p>Kata Rasulullah selanjutnya, “Kemudian para malaikat naik membawa ruh orang beriman dan setiap kali mereka melewati para malaikat, maka mereka bertanya, “Ruh siapa yang harum ini?” Mereka menjawab, “Ini adalah si fulan bin fulan,” sembari menyebutkan nama terbaik yang pernah menjadi sebutannya ketika di dunia hingga kemudian mereka berhenti di langit kedua. Mereka minta dibukakan bagi ruh tersebut kemudian dibukakanlah untuknya. Ruh tersebut disambut seluruh makhluk di langit kedua dan mereka mendekatkan ruh tersebut ke langit berikutnya hingga mereka membawa ruh itu tiba di langit di mana Allah berada. Allah kemudian berfirman, “Tuliskan kitab hamba-Ku ini dalam ‘Illiyyin, lalu kembalikanlah ia ke bumi. Sebab, dari bumi itulah Kami menciptakan mereka, ke dalamnya Kami kembalikan mereka, dan darinya pula Kami keluarkan mereka sekali lagi.”</p>
<p>Selanjutnya Rasulullah bersabda, “Dan sesungguhnya orang kafir itu jika meninggal dunia menuju ke akhirat, maka para malaikat turun kepadanya dari langit dengan wajah yang hitam dan membawa kain kafan kasar, lalu duduk di dekatnya sebatas pandangan.</p>
<p>Malaikat pencabut nyawa datang kepadanya dan duduk di dekat kepalanya lantas berkata, “Wahai ruh yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan dan kemarahan dari Allah!” Lalu ruhnya berpisah dari jasadnya dan malaikat mencabutnya seperti mencabut besi pembakar dari wol yang basah. Selanjutnya malaikat pencabut nyawa mengambilnya dan jika sudah ia ambil, maka para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh tersebut di tangannya sekejap mata hingga kemudian mereka meletakkannya di dalam kain kasar tersebut. Dari padanya keluar bau paling busuk yang pernah ada di muka bumi.</p>
<p>Para malaikat membawanya naik dan setiap kali mereka melewati malaikat, mereka bertanya, “Ruh busuk siapa ini?” Para malaikat menjawab, “Ini adalah si fulan bin fulan,” sembari menyebutkan sejelek-jeleknya nama yang dialamatkan kepadanya ketika di dunia. Ruh itu terus dibawa naik hingga sampai ke langit dunia. Ia meminta agar pintu langit itu dibuka, namun tidak juga dibukakan untuknya.</p>
<p>Kemudian Beliau membacakan firman Allah swt., “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.” (Al-A’raf: 40).</p>
<p>Allah swt. kemudian berkata, “Tuliskan kitabnya di Sijjin, di bumi yang terbawah!” Lalu ruh tersebut dilemparkan begitu saja. Selanjutnya Rasulullah membacakan firman Allah, “Barangsiapa menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (Al-Hajj: 31) [Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/287 dan 295) dan Abu Dawud (4753)]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malaikatnet.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malaikatnet.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malaikatnet.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malaikatnet.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malaikatnet.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malaikatnet.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malaikatnet.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malaikatnet.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malaikatnet.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malaikatnet.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malaikatnet.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malaikatnet.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malaikatnet.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malaikatnet.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=20&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/10/18/ketika-ruh-dicabut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbc1a586969814c85a2c36d67fc72a9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">IblizCom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dosa</title>
		<link>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/10/12/dosa/</link>
		<comments>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/10/12/dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 17:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Yahya, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaikatnet.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[JANGAN MEREMEHKAN DOSA ! Oleh salafiyunpad pada Nasihat, akhlak &#8211; adab. Ditandai:dosa, maksiat. &#38; Komentar Oleh Al Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc. Manusia adalah makhluk yang lalai. Tidak hanya lalai untuk mengerjakan amal ketakwaan namun juga lalai dari dosa-dosa. Lebih memilukan lagi jika manusia acap mengentengkan dosa atau maksiat yang ia perbuat. Seolah-olah dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=17&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JANGAN MEREMEHKAN DOSA !</strong></p>
<p>Oleh salafiyunpad pada Nasihat, akhlak &#8211; adab. Ditandai:dosa, maksiat. &amp; Komentar</p>
<p>Oleh Al Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc.</p>
<p>Manusia adalah makhluk yang lalai. Tidak hanya lalai untuk mengerjakan amal ketakwaan namun juga lalai dari dosa-dosa. Lebih memilukan lagi jika manusia acap mengentengkan dosa atau maksiat yang ia perbuat. Seolah-olah dengan sikapnya itu, ia aman dari adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia ataupun di akhirat.<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan bumi dan menghiasinya dengan berbagai perhiasan yang indah dan menawan untuk menguji hamba-Nya, siapa di antara mereka yang taat kepada-Nya dan siapa yang membangkang perintah-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى اْلأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً. وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا<br />
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik amalannya. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang ada di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.” (Al-Kahfi: 7-8)<br />
Diperintahnya hamba untuk melakukan kebaikan dan dilarangnya dari kemaksiatan adalah semata-mata demi kebaikan hamba, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat penyayang terhadap manusia. Dan suatu hal yang pasti bahwa tidaklah Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan suatu kebaikan sekecil apapun kecuali pasti di dalamnya terkandung maslahat, baik disadari ataupun tidak. Demikian pula jika melarang sesuatu, tentu di dalamnya terdapat mudarat yang membahayakan hamba.</p>
<p>Kewajiban Mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Takut Kepada-Nya<br />
Tak kenal maka tak sayang. Demikian keadaan orang yang tidak mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Sehingga, sesuai dengan kadar pengetahuan seseorang terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebatas itu pula pengagungannya terhadap-Nya. Sesungguhnya mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar pengenalan merupakan pokok kebaikan. Dengannya, seseorang selalu merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga tidaklah dia berucap kecuali yang benar dan tidak berbuat melainkan yang baik. Berbeda dengan orang yang tidak mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar pengenalan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
وَمَا قَدَرُوا اللهَ حَقَّ قَدْرِهِ<br />
“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.” (Az-Zumar: 67)<br />
Ayat ini mencakup setiap orang yang meremehkan kedudukan Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti orang-orang atheis yang mengingkari adanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula orang–orang musyrik yang meyakini adanya Allah Subhanahu wa Ta’ala serta meyakini bahwa Ia yang mengatur alam semesta, namun dalam beribadah mempersekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Ayat ini juga meliputi orang–orang yang mengingkari nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sifat-sifat-Nya atau memercayainya tetapi menakwilkannya dengan selain makna yang sesungguhnya.<br />
Termasuk meremehkan keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bermaksiat kepada-Nya dan melakukan apa yang diharamkan-Nya berupa kemaksiatan, serta meninggalkan ketaatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan.<br />
Suatu hal yang tidak diragukan lagi bahwa orang yang membangkang kepada makhluk (misalnya raja) berarti dia telah meremehkannya. Bagaimana dengan orang yang membangkang terhadap Al-Khaliq (Allah Subhanahu wa Ta’ala)?! (Lihat I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitab At-Tauhid Asy-Syaikh Al-Fauzan, 2/442-447)</p>
<p>Sebab-sebab Terjatuhnya Seseorang dalam Maksiat<br />
Sesungguhnya lemahnya keimanan dan keyakinan seseorang terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat yang menciptakan makhluk dan yang mengaturnya, merupakan perkara yang berbahaya. Tidak adanya perasaan takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyebabkan seseorang meremehkan janji Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ancaman-Nya. Janji-Nya di dunia (bagi yang taat) adalah kemenangan dan kebahagiaan, serta di akhirat adalah surga yang luasnya seperti langit dan bumi. Adapun ancaman-Nya (bagi yang membangkang) di dunia adalah kehinaan dan ketidaktentraman, serta di akhirat kelak adalah belenggu yang melilit tubuhnya dan diseret ke dalam neraka yang menyala-nyala.<br />
Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan atas hamba yang beriman untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta takut kepada-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Adalah ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kalau seandainya ada yang memanggil dari langit: ‘Wahai manusia, seluruh kalian masuk surga kecuali satu orang,’ maka saya khawatir bahwa sayalah orangnya.”<br />
Di antara sebab terjatuhnya seseorang ke dalam maksiat adalah kebodohan seseorang tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan syariat-Nya. Kebodohan merupakan penyakit kronis yang jika tidak segera diobati akan membinasakan pemiliknya. Obat dari kebodohan adalah mempelajari Al-Qur`an dan Sunnah (hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam).<br />
Cinta dunia dan tenggelam dalam kelezatannya sehingga melalaikan dari ketaatan juga faktor utama yang menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam dosa. Demikian pula lalai dengan tujuan hidup yang sesungguhnya serta tidak mau mengambil pelajaran dari yang telah lewat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُورُ<br />
“Hai manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian dan takutlah suatu hari yang (pada hari itu) seorang ayah tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong ayahnya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayamu dan jangan pula penipu (syaitan) memperdayamu dalam menaati Allah.” (Luqman: 33)<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:<br />
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلاَدِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ<br />
“Dan berapa banyak umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, padahal mereka (yang telah dibinasakan itu) pernah menjelajahi beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?” (Qaf: 36) [Lihat Taujihul Muslimin ila Thariq An-Nashri Wat Tamkin karya Muhammad Jamil Zainu, dkk, hal. 39-45)</p>
<p>Tingkatan-tingkatan Dosa<br />
Dosa adalah bentuk pelanggaran terhadap larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala atau meninggalkan apa yang diperintahkan-Nya. Dan dosa itu bertingkat-tingkat kejahatannya. Ada yang besar dan ada pula yang kecil. Adapun dosa besar adalah setiap pelanggaran yang pelakunya mendapatkan had (hukuman yang telah ada ketentuannya dari syariat) seperti membunuh, berzina dan mencuri, atau yang ada ancaman secara khusus di akhirat nanti berupa adzab dan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, atau yang pelakunya dilaknat melalui lisan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. (Al-Kaba`ir karya Adz-Dzahabi rahimahullahu hal. 13-14, cet. Maktabah As Sunnah)<br />
Adapun jumlah dosa besar lebih dari tujuh puluh. Sekian banyak dosa besar itupun bertingkat-tingkat. Ada dosa besar yang paling besar misalnya syirik, membunuh jiwa tanpa hak, dan durhaka kepada orangtua. Karena bahaya yang mengancam pelaku dosa besar di dunia dan di akhirat nanti, kita dapati sebagian ulama Ahlus Sunnah menulis kitab tentang dosa-dosa besar (al-kaba`ir) semisal Al-Imam Adz-Dzahabi dan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahumallah. Hal ini agar orang tahu tentang dosa-dosa besar sehingga mereka akan menjauhinya.<br />
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjanjikan surga dan ampunan-Nya bagi yang menjauhi dosa-dosa besar sebagaimana dalam firman-Nya:<br />
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلاً كَرِيْمًا<br />
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (An-Nisa`: 31)<br />
Allah Subhanahu wa Ta'ala juga telah menjadikan orang yang meninggalkan dosa-dosa besar masuk dalam golongan orang yang beriman dan bertawakal kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:<br />
فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا عِنْدَ اللهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ. وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ اْلإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ<br />
“Maka segala sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang–orang yang beriman, dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal, dan bagi orang–orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.” (Asy-Syura: 36-37)<br />
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:<br />
الصَّلاَة ُالْـخَمْسُ وَالْـجُمُعَةُ إِلَى الْـجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ<br />
“Shalat lima waktu dan Jum’at ke Ju’mat (berikutnya) adalah penghapus apa yang di antaranya dari dosa selagi dosa besar tidak didatangi (dilakukan).” (HR. Muslim Kitabut Thaharah Bab Fadhlul Wudhu wash Shalah ‘Aqibihi no. 233 dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)</p>
<p>Kapan suatu Dosa menjadi Besar?<br />
Ketika hendak melakukan dosa, janganlah melihat kepada kecilnya dosa. Namun lihatlah, kepada siapa dia berbuat dosa? Patutkah bagi seseorang yang diciptakan dan diberi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sarana yang lengkap dan cukup, lantas melanggar larangan-Nya?!<br />
Sesungguhnya suatu dosa bisa menjadi besar karena hal-hal berikut:<br />
1. Dosa yang dilakukan secara rutin. Sehingga dahulu dikatakan: “Tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus, dan tidak ada dosa besar jika diikuti istighfar (permintaan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala).”<br />
2. Menganggap remeh suatu dosa. Ketika seorang hamba menganggap besar dosa yang dilakukannya maka menjadi kecil di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun jika ia menganggap kecil maka menjadi besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Disebutkan dalam suatu atsar bahwa seorang mukmin melihat dosa-dosanya laksana dia duduk di bawah gunung di mana ia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sedangkan orang durhaka melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya lalu dia halau dengan tangannya. (Shahih Al-Bukhari no. 6308)<br />
3. Bangga dengan dosa yang dilakukannya serta menganggap bisa melakukan dosa sebagai suatu nikmat. Setiap kali seorang hamba menganggap manis suatu dosa, maka menjadi besar kemaksiatannya serta besar pula pengaruhnya dalam menghitamkan hati. Karena setiap kali seorang berbuat dosa, akan dititik hitam pada hatinya.<br />
4. Menganggap ringan suatu dosa karena mengira ditutupi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan diberi tangguh serta tidak segera dibeberkan atau diadzab. Orang yang seperti ini tidak tahu bahwa ditangguhkannya adzab adalah agar bertambah dosanya.<br />
5. Sengaja menampakkan dosa di mana sebelumnya tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga mendorong orang yang pada dirinya ada bibit–bibit kejahatan untuk ikut melakukannya. Demikian pula orang yang sengaja berbuat maksiat di hadapan orang. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:<br />
كُلُّ أُمَّتِـي مُعَافًى إِلاَّ الْـمُجَاهِرِيْنَ وَإِنَّ مِنَ الْـمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلاً ثُمَّ يُصْبِحُ وَقَدْ سَتَرَهُ اللهُ فَيَقُولُ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا؛ وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ عَنْهُ<br />
“Semua umatku dimaafkan oleh Allah kecuali orang yang berbuat (maksiat) terang-terangan. Dan di antara bentuk menampakkan maksiat adalah seorang melakukan pada malam hari perbuatan (dosa) dan berada di pagi hari Allah menutupi (tidak membeberkan) dosanya lalu dia berkata: ‘Wahai Si fulan, tadi malam aku melakukan begini dan begini.’ Padahal dia berada di malam hari ditutupi oleh Rabbnya namun di pagi hari ia membuka apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala tutupi darinya.” (HR. Al-Bukhari no. 6069 dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)<br />
Ibnu Baththal rahimahullahu mengatakan: “Menampakkan maksiat merupakan bentuk pelecehan terhadap hak Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rasul-Nya, dan orang–orang shalih dari kaum mukminin…” (Fathul Bari, 10/486)<br />
Sebagian salaf mengatakan: “Janganlah kamu berbuat dosa. Jika memang terpaksa melakukannya, maka jangan kamu mendorong orang lain kepadanya, nantinya kamu melakukan dua dosa.”<br />
Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:<br />
الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ<br />
“Orang–orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma’ruf.” (At-Taubah: 67)<br />
6. Dosa menjadi besar jika dilakukan seorang yang alim (berilmu) yang menjadi panutan. (Lihat Taujihul Muslimin ila Thariq An-Nashri Wat Tamkin hal. 29-32 karya Muhammad Jamil Zainu)</p>
<p>Pengaruh Dosa atau Maksiat</p>
<p> Pengaruh dosa terhadap hati seperti bahayanya racun bagi tubuh. Dan tidak ada suatu kejelekan di dunia dan di akhirat kecuali sebabnya adalah dosa dan maksiat.<br />
Apakah yang menyebabkan Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga -tempat yang penuh kelezatan dan kenikmatan- kepada negeri yang terdapat berbagai penderitaan (dunia)?!<br />
Apa pula yang menyebabkan Iblis diusir dari kerajaan yang ada di langit serta mendapat kutukan Allah k?!<br />
Dengan sebab apa kaum Nabi Nuh 'alaihissallam yang kufur ditenggelamkan oleh banjir, kaum ‘Aad dibinasakan oleh angin, serta berbagai siksaan di dunia yang menimpa umat-umat terdahulu sehingga ada yang diubah tubuhnya menjadi kera dan babi?!<br />
Itu semua adalah akibat dari dosa yang mereka lakukan. Hendaklah peristiwa yang telah berlalu cukup menjadi pelajaran yang berharga bagi orang-orang yang setelahnya. Karena orang yang baik adalah yang mampu mengambil pelajaran dari orang lain dan bukan menjadi pelajaran yang jelek bagi generasi setelahnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:<br />
فَكُلاًّ أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ اْلأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ<br />
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa sebab dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan. Dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Al-‘Ankabut: 40)<br />
Dosa menghalangi seorang dari memperoleh ilmu yang bermanfaat. Karena ilmu merupakan cahaya yang Allah Subhanahu wa Ta'ala letakkan pada hati seseorang, sedangkan maksiat yang akan meredupkan cahaya tersebut. Tatkala Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu duduk di hadapan gurunya, Al-Imam Malik t, sang guru melihat kesempurnaan pemahaman Asy-Syafi’i t. Maka ia berpesan kepadanya: “Sungguh, aku memandang Allah Subhanahu wa Ta'ala telah meletakkan pada hatimu cahaya, maka janganlah kau padamkan dengan gelapnya kemaksiatan.”<br />
 Maksiat menyebabkan seorang terhalang dari rizki, sebagaimana sebaliknya yaitu takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mendatangkan rizki.<br />
 Adanya kegersangan pada hati orang yang berbuat maksiat dan kesenjangan antara dia dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.<br />
 Disulitkan urusannya, sehingga tidaklah ia menuju kepada suatu perkara kecuali ia mendapatkannya tertutup.<br />
 Kegelapan yang ia dapatkan pada hatinya. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: “Sesungguhnya kebaikan mendatangkan sinar pada wajah, cahaya di hati, luasnya rizki, kuatnya badan, dan dicintai oleh makhluk. Sedangkan kejelekan (kemaksiatan) akan menimbulkan hitamnya wajah, gelapnya hati, lemahnya badan, berkurangnya rizki, dan kebencian hati para makhluk.<br />
 Kemaksiatan melenyapkan barakah umur serta memendekkannya. Karena, sebagaimana kebaikan menambahkan umur, maka (sebaliknya) kedurhakaan memendekkan umur.<br />
 Tabiat dari kemaksiatan adalah melahirkan kemaksiatan yang lainnya. Lihatlah hasad yang ada pada saudara-saudara Nabi Yusuf 'alaihissallam yang menyeret mereka kepada tindakan memisahkan antara bapak dan anaknya sehingga menimbulkan kesedihan pada orang lain, memutuskan hubungan kekerabatan, berucap dengan kedustaan, membodohi orang, dan yang sejenisnya.<br />
 Kemaksiatan menjadikan seorang hamba hina di mata Allah Subhanahu wa Ta'ala. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata: “Mereka (pelaku maksiat) rendah di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga mereka bermaksiat kepada-Nya, karena seandainya mereka orang yang mulia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala niscaya Allah k akan jaga mereka dari dosa. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:<br />
وَمَنْ يُهِنِ اللهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ<br />
“Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya.” (Al-Hajj: 18)<br />
 Kemaksiatan mengundang kehinaan, merusak akal. Dan jika dosa telah banyak maka pelakunya akan ditutup hatinya sehingga digolongkan sebagai orang–orang yang lalai.<br />
 Dosa memunculkan berbagai kerusakan di muka bumi, pada air, udara, tanaman, buah-buahan, dan tempat tinggal.<br />
 Kemaksiatan menghilangkan sifat malu yang merupakan pokok segala kebaikan serta melemahkan hati pelakunya.<br />
 Kemaksiatan menyebabkan hilangnya nikmat dan mendatangkan adzab. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata: “Tidaklah turun suatu bencana kecuali karena dosa, dan tidaklah dicegah suatu bencana kecuali dengan taubat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:<br />
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ<br />
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy-Syura: 30) [Lihat Al-Jawabul Kafi: 113-208, Taujihul Muslimin hal. 58-61]</p>
<p>Pelajaran dan Nasihat<br />
Tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan Adam ‘alaihissallam dengan Tangan-Nya, Ia memuliakannya di hadapan para malaikat dengan memerintahkan mereka sujud kepadanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajarinya nama-nama segala sesuatu serta menempatkannya bersama istrinya Hawa di dalam surga, tempat berhuninya beragam nikmat. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memperingatkan kepada keduanya dari bahaya godaan Iblis serta melarang keduanya dari memakan dari buah pohon di surga, sebagai ujian.<br />
Tetapi Iblis yang terkutuk selalu menggoda dengan bujuk rayunya yang manis hingga Adam dan Hawa memakan dari pohon yang terlarang tersebut. Keduanya pun bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dengan serta-merta lepaslah baju keduanya sehingga tampak auratnya. Kemudian keduanya dikeluarkan dari surga ke bumi, tempat yang penuh dengan kekeruhan dan keletihan. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala masih sayang kepada mereka berdua di mana keduanya sadar akan kesalahannya dan bertaubat sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuninya.<br />
Perhatikan peristiwa yang menimpa Adam dan Hawa! Tadinya menempati surga dengan keindahannya serta dihormati oleh malaikat. Namun dengan satu kemaksiatan, kemuliaan dicabut, bajupun menjadi lepas sehingga tersingkap auratnya, serta harus menjalani kehidupan yang sengsara di dunia setelah sebelumnya hidup sentosa di surga.<br />
Demikian pula di saat perang Uhud pada tahun ke-3 Hijriah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menempatkan pasukan pemanah di atas bukit. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada mereka untuk tidak meninggalkan posisi mereka baik muslimin kalah atau menang. Pada awalnya muslimin mampu memukul mundur pasukan musyrikin sehingga tiba saatnya mereka memunguti harta rampasan perang.<br />
Para pemanah menyangka bahwa perang telah usai dan mengira tidak ada manfaatnya lagi mereka tetap di atas bukit. Sehingga sebagian mereka ingin turun, tetapi ditegur oleh sebagian yang lain dengan pesan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk tidak turun. Namun sebagian nekad turun dan bermaksiat pada perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itulah sebagian musyrikin melihat benteng pertahanan muslimin di atas bukit telah bisa ditembus sehingga mereka menyerang dari belakang bukit sisa-sisa pasukan pemanah sehingga mereka terbunuh.<br />
Mereka pun menyerang muslimin dari belakang dalam keadaan pedang-pedang telah dimasukkan ke dalam sarungnya. Lalu datang pula serangan dari depan hingga mereka terjepit. Gugurlah sekian sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai syuhada dan sebagian lagi terluka, sampai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun terluka dan terperosok ke dalam lubang yang dibuat oleh musyrikin. Sehingga mereka pulang ke Madinah dengan kekalahan, kaki terseok-seok, serta tubuh yang penuh luka. Itu semua disebabkan kemaksiatan sebagian pasukan muslimin.<br />
Cobalah perhatikan! Dengan satu kemaksiatan, kemenangan yang sudah di depan mata hilang. Dan pahitnya kekalahan dirasakan oleh seluruh pasukan, padahal di dalamnya ada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat yang mulia. Maka bisa dibayangkan bagaimana orang–orang yang setiap saat melanggar perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak takutkah mereka terhadap adzab yang akan ditimpakan?!</p>
<p>Tidak Mengentengkan Dosa<br />
Terkadang seseorang menganggap enteng suatu dosa terlebih jika itu dosa kecil. Sehingga ia terus-menerus melakukannya dan kurang memedulikannya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan akan hal ini dengan sabdanya:<br />
إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فَإِنَّمَا مَثَلُ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ كَمَثَلِ قَوْمٍ نَزَلُوا بَطْنَ وَادٍ، فَجَاءَ ذَا بِعُوْدٍ وَجَاءَ ذَا بِعُودٍ، حَتَّى حَمَلُوا مَا انْضَجُّوا بِهِ خُبْزَهُمْ وَإِنَّ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ مَتَى يُؤْخَذْ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكْهُ<br />
“Berhati-hatilah kalian dari dosa-dosa kecil. Karena perumpamaan dosa kecil seperti suatu kaum yang singgah pada suatu lembah lalu datang seorang dengan membawa satu dahan (kayu bakar) dan yang lain (juga) membawa satu dahan hingga mereka telah mengumpulkan sesuatu yang bisa menjadikan roti mereka matang. Dan sesungguhnya dosa-dosa kecil, ketika pelakunya diadzab dengannya maka akan membinasakannya.” (HR. Ahmad, Ath-Thabarani, dan lain-lain dari jalan Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Al-Jami’ no. 2686)<br />
Waspadalah dari dosa dan jangan tertipu karena kecil atau sedikitnya. Lihatlah bagaimana dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memotong tangan seorang pencuri karena mencuri (hanya) 3 dirham seperti dalam Shahih Al-Bukhari (no. 6795).<br />
Dan seorang wanita masuk neraka gara-gara kucing yang dikurungnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak melepasnya agar bisa memakan serangga bumi sehingga kurus dan mati. (Lihat Shahih Muslim no. 2619)<br />
Demikian pula dahulu di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada seorang yang terbunuh di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga para sahabat memberikan ucapan selamat kepadanya. Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Tidak. Sesungguhnya pakaian yang dia curi dari harta rampasan perang Khaibar yang belum dibagi-bagi akan menyala atasnya api neraka.” [Lihat Shahih Muslim no.115 Kitabul Iman]</p>
<p>Menjauhi Tempat Maksiat<br />
Pelaku maksiat membawa kesialan bagi dirinya dan orang lain. Sebab dikhawatirkan akan turun kepadanya adzab yang menyebar kepada yang lainnya, terkhusus bagi yang tidak mengingkari kemaksiatannya. Sehingga menjauh dari pelaku maksiat adalah suatu keharusan. Karena, jika kejahatan telah merajalela maka manusia akan binasa secara umum.<br />
Demikian pula tempat-tempat orang yang bermaksiat dan tempat diadzabnya pelaku maksiat harus dijauhi karena dikhawatirkan turunnya adzab. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabatnya tatkala melewati daerah kaum Tsamud yang diadzab Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Janganlah kalian masuk kepada mereka-mereka yang diadzab kecuali dengan menangis, karena dikhawatirkan akan menimpa kalian apa yang telah menimpa mereka.” (HR. Ahmad, lihat Ash-Shahihah no. 19)<br />
Demikian pula tatkala ada seorang dari Bani Israil yang telah membunuh seratus nyawa lalu ia ingin bertaubat dan bertanya kepada seorang ‘alim, apakah masih ada taubat baginya? Dia menjawab: ”Ya.” Lalu dia menyarankan orang itu untuk pergi dari kampungnya yang jahat ke kampung yang baik.<br />
Dari sini jelas bahwa menjauhi tempat-tempat maksiat dan pelaku maksiat termasuk perkara yang diperintahkan. Ibrahim bin Ad-ham rahimahullahu mengatakan: “Barangsiapa ingin taubat, hendaklah ia keluar dari tempat-tampat kedzaliman serta meninggalkan bergaul dengan orang yang dahulu ia bergaul dengannya (dalam maksiat). Jika hal ini tidak dilakukan maka dia tidak mendapatkan yang diharapkan.”<br />
Waspadailah dosa karena dia suatu kesialan! Akibatnya sangat tercela, hukumannya pedih, hati yang menyukainya berpenyakit. Terbebas dari dosa suatu keberuntungan, selamat dari dosa tak ternilaikan, dan terfitnah (diuji) dengan dosa terlebih setelah rambut beruban adalah musibah besar. (Lihat Qala Ibnu Rajab hal. 53-55)</p>
<p>Segera Kembali ke Jalan Allah<br />
Wahai orang yang tenggelam dalam dosa dan perbuatan nista, kembalilah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala! Sadarlah bahwa kamu akan menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatanmu di dunia ini! Belumkah tiba saatnya engkau berhenti dari diperbudak setan yang ujungnya engkau menjadi temannya di neraka yang menyala-nyala?! Lepaskanlah belenggu setan yang melilit dirimu, dan larilah menuju Ar-Rahman (Allah Subhanahu wa Ta’ala) dengan bersimpuh di hadapan-Nya, niscaya kamu diberi jaminan keamanan dan kebahagiaan. Lembaran hitam kelammu akan diganti dengan yang putih lagi bersih serta akan dibentangkan di hadapanmu jalan yang terang. Bersegeralah sebelum segala sesuatunya terlambat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
وَتُوبُوا إِلَى اللهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ<br />
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang–orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nur: 31)<br />
Wallahu a’lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malaikatnet.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malaikatnet.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malaikatnet.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malaikatnet.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malaikatnet.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malaikatnet.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malaikatnet.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malaikatnet.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malaikatnet.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malaikatnet.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malaikatnet.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malaikatnet.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malaikatnet.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malaikatnet.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=17&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/10/12/dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbc1a586969814c85a2c36d67fc72a9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">IblizCom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Rindu Surga</title>
		<link>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/10/12/aku-rindu-surga/</link>
		<comments>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/10/12/aku-rindu-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 16:47:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhamad Yahya, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malaikatnet.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[AKU RINDU SURGA…SEMOGA AKU DAPAT MENGGAPAINYA…. Oleh salafiyunpad pada Nasihat, aqidah islam, manhaj. Ditandai:jelan menuju surga, surga. Oleh Ustadz Abu Abdillah Ad Dariniy, Lc. SURGA… Kata yang indah di pendengaran Kata yang selalu jadi impian dan tujuan Tapi sadarkah mereka akan tuntutan Ataukah hanya ambil hak, tanpa hiraukan kewajiban…?! Sungguh suatu impian yang mempesona Sungguh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=14&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>AKU RINDU SURGA…SEMOGA AKU DAPAT MENGGAPAINYA….</strong></p>
<p>Oleh salafiyunpad pada Nasihat, aqidah islam, manhaj. Ditandai:jelan menuju surga, surga.</p>
<p>Oleh Ustadz Abu Abdillah Ad Dariniy, Lc.</p>
<p>SURGA…</p>
<p>Kata yang indah di pendengaran</p>
<p>Kata yang selalu jadi impian dan tujuan</p>
<p>Tapi sadarkah mereka akan tuntutan</p>
<p>Ataukah hanya ambil hak, tanpa hiraukan kewajiban…?!</p>
<p>Sungguh suatu impian yang mempesona</p>
<p>Sungguh suatu tujuan yang mulia</p>
<p>Hanya jalan mana yang harus ditelusuri</p>
<p>Ternyata banyak persimpangan yang menggoda hati</p>
<p>Banyak yang mengaku aku di atas sunnah</p>
<p>Banyak yang mengaku akulah pahlawan ummah</p>
<p>Tapi tahukah mereka kandungan maknanya</p>
<p>Bahkan sadarkah mereka ketika mengucapknya</p>
<p>Pengakuan hanya sekedar pengakuan</p>
<p>Tuduhan hanya sekedar tuduhan</p>
<p>Seakan pujian khusus untuk mereka</p>
<p>Sedangkan tuduhan akulah sampahnya..!!</p>
<p>(oleh: Addariny, di Madinah, 16 01 08)</p>
<p>SABDA-SABDA tentang JALAN MENUJU SURGA</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa yang menjumpai Alloh, dalam keadaan tak melakukan kesyirikan, apa pun bentuknya, maka ia pasti masuk surga“. (HR. Bukhoriy)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Alloh dan Rosulnya, mendirikan sholat, dan berpuasa Romadhon, maka Alloh mengharuskan untuk memasukkannya ke dalam surga“. (HR. Bukhoriy)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa mendirikan masjid –karena mengharap wajah Alloh-, niscaya Alloh dirikan baginya padanannya di surga“. (HR. Bukhoriy)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa sholat bardain (shubuh dan ashar), maka ia akan masuk surga” (HR. Bukhoriy)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa mau pergi ke masjid (untuk ibadah), niscaya Alloh siapkan baginya tempat persinggahannya di surga, setiap kali ia pergi dan kembali”. (HR. Bukhoriy)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa mampu memberikan jaminan kepadaku untuk menjaga lisan dan kehormatannya, maka ku jamin pula ia masuk surga“. (HR. Bukhoriy)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa dalam sehari semalam rutin melakukan sholat (sunat rowatib) 12 roka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga“. (HR. Muslim)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Alloh akan mudahkan baginya jalan menuju surga“. (HR. Muslim)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa menjawab adzan (dengan ikhlas) dari hatinya, niscaya ia masuk surga“. (HR. Abu Dawud, dan di-shahih-kan oleh Albany)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Tidak seorangpun yang wudhu dengan membaguskan wudhunya, kemudian sholat 2 rokaat dengan menghadapkan hati dan wajahnya di dalamnya, kecuali wajib baginya masuk surga“. (HR. Abu Dawud, dan di-shohih-kan oleh Albany)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا (aku ridho: Alloh sebagai tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Rosulku), maka wajib baginya masuk surga“. (HR. Abu Dawud, dan di-shohih-kan oleh Albany)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa yang akhir ucapannya, laa ilaaha illallooh, maka ia pasti masuk surga“. (HR. Abu Dawud, dan di-shohih-kan oleh Albany)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa mengucapkan سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ (maha suci Alloh yang maha agung, dan segala puji bagi-Nya), maka ditanamkan baginya pohon kurma di surga“. (HR. Tirmidziy, dan di-shohih-kan oleh Albany)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa meninggal, sedang ia terbebas dari tiga hal: takabur, ghulul (mengambil harta ghonimah dengan dholim), dan hutang, maka tentu ia masuk surga“. (HR. Tirmidziy, di-shohih-kan oleh Albany)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa menghidupi dua anak perempuan kecil, maka aku dan dia akan bersama masuk surga“. (HR. Tirmidzy, dan di-shahih-kan oleh Albany)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa mengumandangkan adzan selama 12 tahun, maka wajib baginya surga, dicatat baginya 60 kebaikan setiap harinya dari adzan-nya, dan dicatat pula baginya 30 kebaikan setiap harinya dari qomat-nya”. (HR. Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Albany)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa memohon surga kepada Alloh, sebanyak tiga kali, maka surga itu balas memohon: “Ya Alloh, masukkanlah dia ke surga!”. (HR. Tirmidzy, dan di-shohih-kan oleh Albany)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa menjenguk orang sakit, atau silaturrahim ke rumah saudaranya fillah, maka malaikat menyeru kepadanya: kamu telah melakukan kebaikan, dan baik pula perjalananmu, serta bagimu tempat di surga” (HR. Tirmidzy, dan di-hasan-kan oleh Albany)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Sesungguhnya kejujuran akan menuntun seseorang menuju kebaikan, dan kebaikan akan menuntun seseorang menuju surga” (HR. Bukhoriy)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Orang yang berjihad di jalannya, dan ia tidak keluar berjihad kecuali karena-Nya dan karena membenarkan banyak firman-Nya (tentang anjuran dan pahala berjihad), maka Alloh memberikan jaminan untuk memasukkannya ke surga“. (HR. Bukhori)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan (kepada mereka yang membutuhkan), dan sholatlah di waktu malam (orang-orang tertidur pulas), niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat”. (HR. Tirmidziy, dan di-shohih-kan oleh Albany)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Umroh yang satu dengan umroh yang lainnya adalah penebus dosa-dosa yang dilakukan antara keduanya. Dan haji yang mabrur, tiada balasan lain baginya selain surga“. (HR. Bukhoriy)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Sesungguhnya Alloh memiliki 99 nama, yang barangsiapa menjaganya, niscaya akan masuk surga“. (HR. Bukhoriy)</p>
<p>Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Aku benar-benar melihat seseorang yang merasakan nikmatnya surga, hanya karena perbuatannya menebang pohon yang tumbuh di tengah jalan, dan mengganggu mereka (yang berlalu lalang)”. (HR. Muslim)</p>
<p>اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ</p>
<p>(Ya Alloh, Engkaulah tuhanku, tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Engkau, Engkaulah yang menciptakanku, dan aku adalah hambamu, aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku, aku berlindung kepadamu dari kejelekan yang ku perbuat, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, aku akui pula dosaku kepada-Mu, oleh karena itu, ampunilah aku! Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa selain Engkau). Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa mengucapkannya dengan meyakini isinya, di waktu pagi, dan akhirnya meninggal pada hari itu sebelum waktu petang tiba, maka dia termasuk penghuni surga. Demikian pula, apabila ia mengucapkannya dengan meyakini isinya, di waktu petang, dan akhirnya meninggal pada malam itu sebelum masuk waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga“. (HR. Bukhoriy)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malaikatnet.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malaikatnet.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malaikatnet.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malaikatnet.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malaikatnet.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malaikatnet.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malaikatnet.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malaikatnet.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malaikatnet.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malaikatnet.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malaikatnet.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malaikatnet.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malaikatnet.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malaikatnet.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malaikatnet.wordpress.com&amp;blog=7095192&amp;post=14&amp;subd=malaikatnet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malaikatnet.wordpress.com/2009/10/12/aku-rindu-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbc1a586969814c85a2c36d67fc72a9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">IblizCom</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
